KEIRA
  • WpView
    Reads 503,753
  • WpVote
    Votes 908
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 29, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Erotica
Note : ⚠️⚠️⚠️ AREA 21+ 🔞🔞🔞 Cerita ini mengandung unsur dewasa dan tidak diperuntukkan untuk pembaca di bawah umur. Jika Anda berada di bawah umur 21, disarankan untuk tidak membaca cerita ini🔞🔞🔞 *** Melina sudah tidak sanggup dengan kelakuan Keira yang bandel luar biasa. Setiap malam pergi mabuk-mabukan bareng Geral, pacarnya yang dianggap membawa pengaruh buruk. Untuk menghukumnya, Melina mengirim Keira ke rumah Om Juna, adik ayahnya selama libur semester. Keira tidak punya akses apa pun untuk bersenang-senang, dia merasa setengah gila. Tapi perlahan, liburan membosankan itu mulai terasa menantang saat dia menemukan permainan baru bersama Om Juna. Ikuti kisah Keira dalam cerita ini.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Círculo del Destino
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • Sweetly Tied
  • The Last Yes!
  • EINSTEIN [END]
  • Mulih (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Mafia's Sinful Obsession

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines