Forbidden Cherry

Forbidden Cherry

  • WpView
    Reads 21,775
  • WpVote
    Votes 2,339
  • WpPart
    Parts 54
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 2, 2026
Janji itu mengikat, mengucapkannya sama dengan menjerat kedua leher kita. jika kau ingin ingkar, aku yang akan kembali mengaitkan rantai yang dengan sadar kita gunakan. Dan selamanya kau akan jadi milikku. Peringatan: Cerita ini mengandung konten dewasa (18+). Pembaca diharapkan bijak dalam memilih bacaan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Three Crowns Entwined | HARQEEL
  • SATU DETAKAN LAGI
  • Crazygirl
  • Forbidden Passion | HARQEEL ✓
  • Step Dad Temptation | HARQEEL ✓
  • Rasa Ini
  • JEJAK DUSTA
  • BILLAL ABDULLAH - HARQEEL
  • OBSESSED BOY AND GIRL
  • Loving You Was My Last Lie
  • NOT HIS, BUT MINE
  • The Ex-Star [Harqeel]
  • D E S I R E | HARQEEL ✔️
  • Pure Love
  • Abang Tiri Lucknut | HARQEEL ✓
  • The Housemate | HARQEEL ✓
  • The Blue Sky||Harqeel
  • Dua Takdir
  • SIANIDA
  • My Sweet Mafia | HarQeel ✔️

Untuk menyelamatkan grup keluarga yang hampir bangkrut tiga saudara yang sangat cantik diberi misi untuk menaklukkan tiga pangeran grup paling berpengaruh di Indonesia. Trio cantik pun menggunakan gara-gara licik dengan versi masing-masing. "Maaf, soal tadi." "Lupakan saja." "Biarkan aku menebusnya." Amora mencium bibir Bentala, bersama dengan blitz kamera orang yang sudah dia bayar sebelumnya. Bentala segera mendorong Amora kuat. "Kasar sekali pada wanita!" "Apa yang kamu lakukan?! Lancang sekali!" Marah Bentala. "Kenapa? Tidak Terima? Kamu bisa membalasnya kapan saja kok. Ini kartu namaku." Amora memberikan kartu namanya sebelum pergi, Bentala menggeram kesal. "Wanita sialan!" *** "Aku tahu aku memang sangat memesona, tapi tidak sopan memotret orang tanpa izin." "Aku tidak memotretmu." "Temanku bilang sejak tadi kamu membidikku." "Aku sedang memotret semut, tidak percaya lihat saja sendiri." Aurora mengambil kamera dan benar saja tidak ada wajahnya di sana, "Tetap saja ada bagian tubuhku yang kamu potret di sini." "Silahkan hapus."

More details
WpActionLinkContent Guidelines