Dosen Or Husband? 『Ondah』
Utang. Satu kata, yang mampu mengubah hidup siapa pun--menariknya ke arah bahagia, atau justru menjerumuskannya ke dalam penderitaan.
"Bantu Ayah lunasi hutang keluarga kita ya? Tolong menikah dengan anak keluarga mereka. Ayah sama bunda sudah terlanjur setuju. Jika hutang ini tidak segera dilunasi..."
Kalimat itu jatuh seperti palu sidang--keras, final, tak memberi ruang bantahan.
"Dan anak mereka--seorang dosen."
"..."
Ini bukan sekadar janji keluarga. Pernikahan itu telah tertulis rapi seolah benar-benar untuk perjanjian bisnis semata. Lengkap dengan klausul wanprestasi dan jaminan yang mengikat nama keluarganya.
Hingga pernikahan itu pun terjadi. Bukan atas nama cinta, melainkan sebagai bentuk penyelesaian sengketa--sebuah settlement yang dibungkus adat dan restu.
Di balik akad dan tanda tangan buku nikah, nyatanya--perannya tak seutuhnya menjadi istri. Ia benar-benar tebusan.