Seta Daniswara, seorang bocah 10 tahun yang ceroboh dan penuh rasa penasaran, tanpa sengaja menemukan sebuah pusaka misterius. Namun, ia tidak tahu bahwa nasib Sekolah Sihirnya, bahkan seluruh Pulau Jawa, kini berada dalam genggamannya!!
Bersama Iyan yang penakut, Sandra yang jutek, serta Raras dan Kastara, dua seniornya yang hangat dan berwibawa, Seta membentuk sebuah kelompok rahasia untuk mencegah kehancuran Padepokan Sengkala.
Di tengah-tengah kehidupan sekolah, latihan tenaga dalam, petualangan ajaib dan misi berbahaya, mereka selalu menemukan waktu untuk menikmati secangkir teh, candaan hangat dan pertengkaran-pertengkaran kecil.
Tanpa mereka sadari, mereka menjadi sesuatu yang tidak pernah mereka bayangkan: Keluarga.
Novel ini tidak akan sekadar bercerita tentang dunia fantasi yang penuh keajaiban berlatar sekolah sihir di Nusantara.
Inti utama cerita ini adalah kisah tentang luka, penerimaan diri, dan bagaimana orang-orang yang tadinya asing, saling menemukan satu dengan yang lain dan menjadi sebuah keluarga yang saling memulihkan.
Alur dalam cerita ini bersifat Slow Burn.
Penulis ingin menitikberatkan pada perkembangan setiap karakter, dan dinamika interaksi antar karakter dalam hidup sehari-hari.
Akhir kata, selamat membaca kisah ini dan bersama-sama tertawa, menangis, marah, khawatir, berpikir, penasaran, takut, dan bersemangat bersama para karakter dalam cerita ini.
Semoga hati para pembaca selalu dilingkupi kehangatan saat membaca Bab demi Bab dalam kisah ini.
All Rights Reserved