Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
KATARSIS
  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 1, 2026
Di Kerajaan Nabhaswara, tersimpan sebuah batu sakti yang telah terpecah menjadi empat bagian. Legenda mengatakan, jika keempat bagian batu itu berhasil disatukan kembali, pemiliknya akan mendapatkan kekuatan yang luar biasa dahsyat. Para pemimpin Caturwangsa sangat menginginkan hal itu; mereka berniat menyatukan kembali batu tersebut dan menyimpannya di Kawah Candradimuka, agar seluruh keturunan mereka bisa merasakan manfaat kekuatannya selamanya. Namun, takdir punya rencana lain. Satu-satunya cara mengeluarkan batu itu adalah melalui pernikahan sakral Putra Mahkota dengan keturunan wanita mereka yang sedang menuntut ilmu jauh di Laut Selatan. Saat hari suci tiba, dunia seolah runtuh saat terungkap: sang putri yang datang hanyalah pengganti palsu. Lalu, mungkinkah pelayan sederhana yang diam-diam selalu ada di sana adalah pewaris sejati yang sesungguhnya? Kesalahan fatal ini tak hanya mengacaukan ritual, tapi juga membangunkan kekuatan purba yang seharusnya tertidur selamanya. Apakah mereka akan mendapatkan kekuatan yang diidamkan, atau justru melepaskan malapetaka yang akan memusnahkan kerajaan selamanya?
All Rights Reserved
#850
yogyakarta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Marked by the Dragon
  • ATEYA
  • When The Villain Called Me Mother
  • The Wicked Wife's Past Strikes Back
  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul
  • A Family of Villains
  • The Duke'S Red String
  • SALARYN KINGDOM : Bridge Of Destiny [END]

Bagi Evelyn, satu kesalahan kecil sudah cukup untuk menghancurkan hidupnya yang tenang. Saat ia tak sengaja menggeser rak buku di ruang kerja dan menyentuh pintu rahasia di baliknya, sebuah suara retakan misterius terdengar. Ketakutan akan hal itu, Evelyn melarikan diri dan menghilang selama seminggu, berharap semua itu hanya halusinasi. Namun, kembali ke kantor dengan surat pengunduran diri bukan berarti masalah selesai. Saat ia melangkah masuk dengan tangan gemetar, ia menemukan Damian Adhitama sedang berdiri di depan jendela besar. Pria itu, yang biasanya hanya peduli pada angka dan kekuasaan, kini menggendong seorang bayi laki-laki mungil yang sangat tampan. Begitu mata bayi itu bertemu dengan milik Evelyn, suasana kantor yang kaku seketika mencair. Bayi itu tertawa kecil, suara tawanya yang bening memenuhi ruangan, dan tangan mungilnya menggapai-gapai ke arah Evelyn. Dengan binar mata yang begitu tulus dan penuh kasih, si kecil itu menggumamkan satu kata yang membuat jantung Evelyn seolah berhenti berdetak, "Ma... ma!" Senyum bayi itu begitu manis dan hangat, hingga Evelyn tanpa sadar mendekat dan mendekapnya. Namun, di balik kehangatan itu, tatapan Damian mengunci dirinya dengan aura yang jauh lebih gelap. *** "Argh... Damian, ini sakit sekali," rintih Evelyn dengan napas yang memburu. Damian Adhitama tidak menunjukkan belas kasihan dalam bentuk kata-kata. Ia mendekat, melepaskan kancing kemeja Evelyn satu per satu dengan ketenangan yang mengerikan. "Itu karena kau melawannya, Evelyn. Kau menahan apa yang seharusnya menjadi milik anak itu." Tangan Damian yang besar dan hangat kini merangkum kelembutan yang sedang menegang dan terasa keras itu. Evelyn tersentak, mencoba menarik diri, namun tatapan Damian mengunci pergerakannya. "Diam. Kalau kau terus melawan, ini akan semakin sakit," perintah Damian dengan suara rendah yang menggetarkan saraf.

More details
WpActionLinkContent Guidelines