Ananta Sandhyakala

Ananta Sandhyakala

  • WpView
    Reads 3,151
  • WpVote
    Votes 501
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 1, 2026
Di sebuah kota kecil bernama Pare, tempat orang-orang datang untuk belajar bahasa... dua orang justru belajar sesuatu yang jauh lebih rumit: perasaan yang seharusnya tidak ada. Alwan Bittara Samudera-anak pindahan dari Bogor yang hidupnya baru saja runtuh. Dulu punya segalanya, sekarang keluarganya harus mulai dari nol. Bandel, keras kepala, dan terbiasa tidak peduli pada siapa pun. Aradhana Satria Dirgantara-ketua OSIS, kapten futsal, anak kebanggaan semua orang. Hidupnya rapi, terarah, dan hampir... terlalu sempurna. Mereka tidak pernah mencari satu sama lain. Bahkan, tidak pernah tertarik, apalagi pada sesama jenis. Tapi entah kenapa- di antara tatapan yang terlalu lama, sentuhan yang terasa berbeda, dan kebersamaan yang awalnya biasa saja... Sesuatu tumbuh. Pelan. Diam-diam. Dan salah. Semakin mereka mencoba menjauh, semakin dalam mereka tenggelam. Dan di dunia yang tidak pernah memberi ruang untuk mereka, pertanyaannya bukan lagi "apa ini benar?" Tapi- "kalau ini salah... kenapa rasanya se-nyata ini?"
All Rights Reserved
#14
bintang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NYASAR (Kecantol Lancing Tuo) END
  • Emergency Contact
  • Playful Couple
  • Sorry [Snacking/RiRon]
  • Guardian Angel (boyxboy)
  • Starlight In The Rain
  • Mas dami { End }
  • Secondary 2 (boyxboy)
  • [BxB] Playlist; SECRET ADMIRER
  • NITI WADAH: Sang Titisan Barong

Laras dan Cahyo, dua teman masa kecil yang kembali bertemu setelah berpisah karena beda sekolah. Lanang Respati yang kerap dipanggil Laras dan Setyo Cahyo yang kerap dipanggil Cahyo sudah lama lost contact, setelah mereka bertemu hal pertama yang diminta Laras adalah nomer WhatsApp sang sahabat. Namun, sayang seribu sayang ternyata Cahyo salah memberi nomor karena dia malah membawa handphone sang paman. "Plenger tenan si Cahyo"

More details
WpActionLinkContent Guidelines