THE HIDDEN TRUTH [END]

THE HIDDEN TRUTH [END]

  • WpView
    Reads 1,611
  • WpVote
    Votes 283
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 5, 2026
Di Greenwood High, ada rahasia mengerikan yang ditutup rapat bertahun-tahun. Di Kelas 12 IPA 1, jumlah siswa seharusnya 29 orang. Tapi setiap pagi saat absen... "Tiga puluh... Elvina." "HADIR!" Suara itu terdengar jelas, nyata, dan menyeramkan. Selama absen berlangsung, pikiran semua orang dikaburkan. Tapi begitu guru keluar kelas... kesadaran itu kembali. Mereka sadar, bangku itu kosong. Ada satu nama tambahan yang bukan milik manusia. Sejak Elvina menghilang dari kamar terkunci nomor 13, kutukan dimulai. Setiap tahun, siswa Ranking 1 penerima beasiswa pasti jatuh dari atap perpustakaan seolah dikendalikan kekuatan tak kasat mata. The Seven, tujuh siswa pemburu misteri, bertekad menguak kebenaran. Dengan bantuan Ava yang bisa melihat arwah, dan perlindungan Leo yang energinya ditakuti bahkan oleh hantu sekalipun, mereka berjanji akan membawa keadilan. Namun, mereka tak menyangka... kebenaran yang sesungguhnya jauh lebih gelap dari yang mereka bayangkan.
All Rights Reserved
#24
sekolah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SCARRED. [END]
  • TRANSMIGRASI KE NOVEL BL
  • Antagonist Pick Me
  • Sweet Cake
  • EVAELGA: OBSESI BRONDONG
  • SERAPHIC
  • Antagonist Crazy: TRANSMIGRASI
  • ANDAI KALIAN TIDAK BERCERAI
  • Strawberry Girl in Real Life
  • Two Bad Brothers

⚠️TRIGGER WARNING! CERITA INI MENGANDUNG ADEGAN KEKERASAN⚠️ ​"Malaikat yang lahir di neraka, namun lupa cara untuk terbang." ​Bagi dunia, Aluna, dia adalah gadis yang cerdas dan cantik. Namun bagi keluarganya, dia hanyalah "kutukan" yang bernapas. ​Sejak napas terakhir sang Ayah di usianya yang keenam, hidup Aluna berubah menjadi orkestra penderitaan. Di rumah yang seharusnya menjadi pelindung, ia justru menjadi samsak bagi amarah Mama dan kedua kakaknya. Kemiskinan yang mencekik membuat Aluna harus membanting tulang sejak kecil, hanya untuk memastikan ada nasi di meja yang ironisnya, jarang boleh ia makan. ​Di sekolah, SMA bukanlah tempat pelarian yang indah. Luka-luka lama di tubuhnya justru ditambah dengan memar baru dari perundungan teman sejawat. Baginya, setiap hari adalah medan perang. Aluna tidak meminta banyak-ia hanya ingin bertahan hidup. Namun, sampai kapan punggung kecil itu sanggup memikul beban seluruh dunia?

More details
WpActionLinkContent Guidelines