Bagaimana rasanya hidup dengan ayah yang berteman dengan mayat setiap hari? Tanya saja pada Juna. Mahasiswa seni rupa yang hatinya selembut kapas ini punya satu masalah besar. Dia hypochondriac. Ketempelan ulat bulu saja dia langsung bikin draf surat wasiat di notes HP karena takut keracunan. Masalahnya, curhat ke ayahnya adalah ide terburuk di dunia. Dr. Dony adalah ahli forensik yang dingin dan nyaris tanpa ekspresi. Saat Juna menangis karena jarinya berdarah tergores kertas HVS, Dony malah menjelaskan bagaimana proses pembusukan jaringan tubuh terjadi 24 jam setelah manusia mati. (Sangat membantu, Dok. Terima kasih) Dinamika mereka murni komedi gelap. Juna si drama urusan penyakit, dan Dony si ensiklopedia berjalan yang kelewat lempeng. Siapkan dirimu untuk melihat bentrokan paling absurd antara ilmu pasti kematian dan imajinasi liar seorang anak yang (merasa) selalu di ambang maut! Special thanks for the cover: Randurian
More details