Aqella pikir semuanya sudah selesai.
Satu tahun lalu, dia memilih pergi dari hubungan yang terlalu menyesakkan-hubungan dengan Harry, laki-laki yang mencintainya terlalu dalam... sampai terasa seperti kehilangan kendali atas dirinya sendiri.
Harry bukan sekadar mantan.
Dia adalah seseorang yang tidak pernah benar-benar melepaskan.
Dan ketika takdir mempertemukan mereka lagi di malam hujan yang dingin, Aqella mulai sadar satu hal-
Harry tidak berubah.
Tatapan itu masih sama. Cara dia menyentuh, menahan, dan berbicara... masih seperti dulu.
Seolah Aqella bukan seseorang dari masa lalu, tapi sesuatu yang masih menjadi miliknya.
"Aku nggak pernah anggap kamu selesai."
Kalimat itu seharusnya jadi peringatan.
Tapi semakin Aqella mencoba menjauh, semakin Harry mendekat-memasuki hidupnya lagi tanpa izin, mengacaukan batas yang sudah susah payah dia bangun.
Di antara rasa takut, marah, dan kenangan yang belum benar-benar hilang... Aqella mulai goyah.
Karena di balik sifat posesif Harry yang menyesakkan, ada cinta yang tidak pernah setengah-setengah.
Dan pertanyaannya sekarang-
Apakah Aqella cukup kuat untuk pergi lagi?
Atau... kali ini, dia justru akan memilih untuk tetap tinggal dalam cinta yang terlalu dalam... dan terlalu berbahaya?
All Rights Reserved