pain
  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 3, 2026
alana adalah seorang wanita yang sangat ceria ia memiliki rambut pirang panjang, warna mata birunya sangat indah bagaikan laut biru yang terkena cahaya matahari, alana memiliki paras yang sangat cantik memancarkan aura positif namun... adik nya yang bernama ayiena kebalikan dari alana ayiena di kenal sebagai wanita yang memiliki paras kurang cantik, rambut pendeknya berwarna hitam yang berantakan, postur tubuh bungkuk matanya yang berwarna coklat pekat ia memiliki kantung mata yang sangat hitam, umurnya kini masih 6 tahun namun wajahnya terlihat lebih tua dari umurnya orang tua mereka hanya menyayangi alana karna fisik ayiena yang kurang cantik ia tidak mendapatkan kasih sayang dari ke dua orang tuanya, ayiena selalu menyendiri ia tidak pandai bergaul dengan orang lain ia sempat kenalan dengan seseorang namun karna fisiknya kurang menarik ayiena di abaikan bahkan orang itu menatap ayiena dengan rasa jijik
All Rights Reserved
#505
salahpaham
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love After Hate
  • NITI WADAH: Sang Titisan Barong
  • RAINY DAY
  • Talk to us, Ducky boy's! | Transmigrasi
  • Diary Transmigrasi Budak Koporat / BL - BXB Boyslove alpha x omega
  • Kenangan terindah (Completed)
  • Natala Arya
  • Rahasia Mama (Tamat)
  • MY EX-RIVAL (Lengkap)
  • I swear, I fell [𝐁𝐋]

Axel membenci Levi lebih dari apa pun. Baginya, Levi adalah alasan kenapa adiknya meninggal. Sejak hari itu, hidup Axel berubah berantakan. Amarah, dendam, dan rasa kehilangan membuatnya terus hidup hanya untuk menyalahkan satu orang: Levi. Dan anehnya, Levi tidak pernah membela diri. Cowok itu tetap diam dengan wajah tenang yang justru semakin membuat Axel muak. Tidak peduli sekeras apa Axel mendorong, menghina, atau melukai dirinya dengan kata-kata tajam, Levi selalu memilih menahan semuanya sendiri. Sampai perlahan, Axel mulai sadar... Ada sesuatu yang disembunyikan Levi. Tatapan kosongnya. Tangan yang sering bergetar diam-diam. Luka-luka yang tidak pernah terlihat orang lain. Dan fakta bahwa Levi ternyata menyimpan trauma yang jauh lebih dalam daripada yang Axel bayangkan. Semakin dekat Axel pada kebenaran, semakin besar rasa takut yang muncul di dalam dirinya. Karena jika Levi bukan pembunuh adiknya... Berarti selama ini Axel telah membenci orang yang salah. Dan mungkin, tanpa sadar, juga menghancurkan seseorang yang sebenarnya sama hancurnya dengan dirinya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines