The Last 13

The Last 13

  • WpView
    Leituras 73
  • WpVote
    Votos 14
  • WpPart
    Capítulos 7
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, ago 25, 2026
WpInfo
Fanfic
Seventeen
Universo Alternativo (AU)
Crossover
Personagem Original (OC)
Wabah bermula dari penemuan sebuah mayat yang terinfeksi sebuah parasit tak kasat mata. Penyebaran yang cepat membuat kota menjadi kacau dan tidak terkendali. Di tengah situasi itu, sekelompok anak kos berusaha bertahan hidup dengan segala keterbatasan. Sampai dimana segala kebutuhan persediaan mereka mulai habis, saat itu mereka akhirnya memutuskan untuk pergi mencari tempat yang benar-benar aman untuk mereka bertahan dan menetap. Ingin tahu kelanjutan bagaimana cara mereka bertahan? Dan berjuang dalam kondisi tersebut? Menghindari mayat-mayat hidup yang siap mengrogoti tubuh mereka? Ayoo baca!
Todos os Direitos Reservados
#170
chicklit
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Love me or die
  • Given || Ju Jihoon
  • SAIRISH
  • PAMENGKU | NOMIN
  • Possessive Male Lead
  • Something... Emm🔞 (KNP)
  • Skripsi Dan Buku Nikah
  • Tetaplah Di Sisiku, Perawat...
  • I'm Not Just a Figuran
  • Obsession Overdose

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo