Arkana adalah pilar yang tak tergoyahkan. Sebagai anak sulung Arlan dan kapten basket yang disegani, hidupnya adalah tentang logika, efisiensi, dan kendali penuh. Baginya, cinta adalah reaksi kimia yang tak masuk akal, sampai ia bertemu dengan Aina.
Aina adalah kesunyian yang indah. Sosok gadis itu seolah-olah ditarik dari bingkai foto masa lalu, lembut, tenang, dan memiliki binar mata yang selalu mengingatkan Arkana pada mendiang Mama Naya. Di balik pilar sekolah, Arkana takluk pada senyum Aina yang tulus, senyum yang perlahan meruntuhkan tembok dingin di hatinya. Namun, semakin ia mendekat, semakin Arkana merasakan ada sesuatu yang "retak" di dalam diri Aina.
Sebuah rahasia pahit terungkap. Aina tidak datang karena kebetulan. Ia mendekati Arkana karena ia tahu waktunya tidak banyak. Mengidap penyakit langka yang menggerogoti nyawanya dalam senyap, Aina hanya ingin merasakan satu hal sebelum menyerah pada takdir, sebuah "dekapan" tulus dari seseorang yang paling tangguh yang pernah ia temui.
Bagi dunia, Aina adalah gadis yang sedang menunggu maut. Namun bagi Arkana, Aina adalah alasan untuk melawan takdir. Menghadapi trauma kehilangan untuk kedua kalinya, Arkana menolak untuk sekadar pasrah seperti ayahnya dulu. Dari ruang tunggu rumah sakit yang dingin hingga pencarian donor yang nyaris mustahil, Arkana mempertaruhkan segalanya, harta, tenaga, bahkan jiwanya sendiri.
Ini bukan sekadar kisah tentang bagaimana melepaskan. Ini tentang perjuangan seorang pria yang berani merebut kembali cinta dari tangan kematian. Bahwa di tangan Arkana, dekapan itu tidak akan lagi tertinggal dalam duka, melainkan bertransformasi menjadi Dekap yang Abadi.
All Rights Reserved