Second Promise (End)
Kim Seokjin dan Jeon Jungkook telah bersama sejak masa sekolah menengah atas, cinta pertama yang tumbuh, bertahan, dan akhirnya berujung pada pernikahan yang tampak sempurna.
Seokjin mencintai Jungkook sepenuh hatinya.
Dan Jungkook mencintai Seokjin lebih dari dirinya sendiri.
Namun, kesempurnaan itu perlahan retak.
Di tahun kedua pernikahan mereka, sebuah kabar datang seperti kutukan; kakak Jungkook divonis tidak akan pernah bisa memiliki anak. Sejak saat itu, tekanan mulai berdatangan tanpa henti.
Keluarga Jeon menginginkan seorang pewaris.
Dan satu-satunya harapan itu... jatuh pada Seokjin.
Awalnya hanya berupa harapan.
Kemudian berubah menjadi tuntutan.
Dan perlahan... menjadi paksaan yang mencekik.
Hari demi hari, Seokjin berjuang dalam diam, menjalani berbagai pengobatan, terapi, meminum obat-obatan dan menahan rasa sakit dari puluhan suntikan yang harus ia terima. Namum semua tak pernah ia keluhkan. Ia menelan semua tekanan itu sendirian, hanya demi satu hal: tetap berada di sisi Jungkook.
Namun waktu terus berjalan.
Dua tahun... tiga tahun... hingga lima tahun pernikahan mereka berlalu.
Seokjin tetap belum bisa memberikan keturunan yang diharapkan keluarga Jungkook.
Dan tekanan itu akhirnya mulai mengancam rumah tangga mereka.
Keluarga Jungkook ingin Jungkook menikah lagi dengan wanita pilihan mereka, seseorang yang diharapkan bisa segera memberikan keturunan dan penerus untuk keluarga Jeon.
Namun Jungkook tetap ingin setia. Ia masih mencintai Seokjin sepenuh hati.
Tapi apakah cinta mereka cukup kuat untuk bertahan di tengah tekanan, tuntutan, dan rasa sakit yang terus menumpuk? juga kewajiban yang tidak bisa dihindari.