GEMA - Boboiboy Fanfiction

GEMA - Boboiboy Fanfiction

  • WpView
    Reads 556
  • WpVote
    Votes 84
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 5, 2026
Ia tahu bahwa berteriak di dalam hati saja tidak bisa membuat siapa pun mendengarnya. Kenyataan menampar ia yang tidak mampu mengekspresikan diri, terkekang aturan yang membuatnya menjadi boneka hidup. Ketika tangki yang menampung rasa sabarnya bocor dan rusak, yang tersisa di dalam dirinya hanyalah bagaimana cara agar ia bisa bernilai layak. Ia akan melakukan cara apa pun, sekalipun itu adalah cara terkotor yang pernah ada. Darinya, pria yang tidak pernah bisa kamu dengar jerit tangisnya. Start Re-Upload : 4 Mei 2025 Author Fanfiction : LailaAlfy Boboiboy © Monsta
All Rights Reserved
#372
horror
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Curse Of August 1987 [Slow Update]
  • Eternal Love (Shinichiro x Reader) END
  • Project s1 x readers || seorang teman atau kekasih?
  • Aishitemasu • Detective Conan Fanfiction | 「Akai Shuichi x Reader」
  • The End [Tokyo Noir Familia]
  • 10-HARRIS CAINE
  • BOCIL KOMPLEKS ▪︎ SOLAR X READERS
  • 𝕆𝕟𝕖𝕖-𝕔𝕙𝕒𝕒𝕒𝕒𝕟!
  • For what? (Project s1 X Reader)
  • I'm Sorry [Dazai X Reader]

Kutukan itu datang. Membawa malapetaka. Konon katanya, kutukan ini berawal dari keegoisan seseorang yang ingin terus-menerus menjadi abadi. 'Ia' ingin selalu berumur panjang maka lahirlah sebuah kutukan. Kutukan berupa pesan, di dalam pesan itu akan terpampang sebuah tantangan, kejujuran dan kematian. Kutukan itu tidak akan pernah berhenti sampai 'Ia' merasa puas. Semakin banyak yang terkena kutukan itu maka keuntungan 'Ia' sama banyaknya. Sebab, satu-satunya yang dipikirkan olehnya hanyalah keabadian yang panjang. Walaupun begitu, kutukan ini mempunyai kelemahan. Dering telepon seorang siswa berbunyi, menampilkan notifikasi dan memunculkan sebuah tampilan pop-up pesan 'Diantara kalian', cepat-cepat siswa itu menunjuk salah satu dari orang-orang tersebut sembari menggigit bibirnya, matanya bergetar mau tidak mau harus menatap sahabatnya. Jari telunjuk penuh kecurigaannya bergerak mengarah ke pelaku. "Rupanya lo, *****" Cover by Ray_67 Story by redav404

More details
WpActionLinkContent Guidelines