Aku Pernah Menyebutmu Rumah

Aku Pernah Menyebutmu Rumah

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 4, 2026
Yuk Baca❤️‍🩹 Di antara rumah yang pernah aku singgahi, hanya kamu yang membuatku terasa seperti pulang. Bukan karena kamu sempurna... Namun, karena saat bersamamu... Dunia ku yang terasa berisik, Kepala ku yang terasa berisik, Tiba tiba menjadi lebih tenang. Memori ku selalu merekam bagaimana kita bisa tertawa tanpa alasan yang jelas. Memori ku selalu merekam bagaimana hal hal kecil terasa cukup, selama kamu ada. Dan tanpa sadar, kepercayaanku mulai terbangun... Bahwa mungkin, akhirnya aku menemukan tempat untuk menetap. Dan sejak itu, Aku mulai menyebutmu Rumah. Note : cerita ini akan mengajarkan tentang apa itu cinta yang sebenarnya dan seni melepaskam
All Rights Reserved
#155
selfhealing
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TUNANGAN ANTAGONIST GILA
  • After the Fall
  • MUKTI AGUNG
  • ENVELOVE
  • The Lost Cael (Selesai)
  • Halo Gus!!
  • Sialan, Ko Jadi Gini?! [END]
  • Bodyguard Salah Alur
  • Tsundere Maniak Susu
  • PERIHELION

Mati konyol ditabrak truk adalah satu hal, tapi terbangun sebagai tunangan seorang psikopat kaya raya adalah hal lain. Glacey terjebak dalam tubuh gadis yang ditakdirkan mati di tangan tunangannya sendiri, Elang. Masalahnya, Elang bukan sekadar tampan, dia adalah antagonis red flag berjalan yang terobsesi setengah mati pada si protagonis suci, Aurora. Saat Elang mengamuk dan menghancurkan apartemen karena cinta tak berbalas, Glacey tidak menangis ketakutan. Baginya, setiap vas bunga yang pecah adalah peluang emas. "Elang, kalau uangmu jadi beban untuk mendapatkan cinta Aurora yang sederhana, buang saja padaku. Aku rela menderita demi kekayaanmu!" Di antara ancaman pembunuhan yang mendebarkan dan momen kemesraan Elang-Aurora yang membuatnya mual, Glacey sibuk menguras brankas, mengoleksi Rolex, dan mengisi Black Card. Rencananya sederhana: Kumpulkan uang sebanyak mungkin, lalu kabur sebelum plot kematian menjemputnya. Namun, mampukah Glacey tetap menjadi "bayangan" saat Elang mulai curiga kenapa tunangannya jauh lebih mencintai emas batangan daripada nyawanya sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines