Jiwa Tarot (END)

Jiwa Tarot (END)

  • WpView
    Reads 4,380
  • WpVote
    Votes 372
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadComplete Wed, May 27, 2026
Khunila Ashalina, siswi galak dan oportunis yang mati konyol lalu terbangun di tubuh figuran tanpa nama dalam novel remaja populer. Dikenal hanya sebagai "Dua Puluh Dua", gadis penghuni panti yang seharusnya mati dalam kebakaran, Khunila memutuskan mengubah nasib dengan memanfaatkan kemampuan melihat masa depan lewat kartu tarot. Di sekolah elit barunya, ia membuka jasa tarot gadungan, menipu siswa kaya, memanipulasi orang sekitar, dan berusaha hidup damai tanpa terlibat alur utama cerita. Namun semakin ia menghindari takdir, semakin tragedi mendekat. Saat orang-orang yang tak sengaja ia sayangi mulai masuk ke hidupnya, Khunila harus memilih... 1. tetap menjadi monster yang hanya memikirkan diri sendiri Atau 2. mempertaruhkan segalanya demi seseorang untuk pertama kalinya. ••• cerita random suka di un-up hehehe
All Rights Reserved
#89
life
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Want to Die in Peace [EDISI REVISI]
  • Annisa Athira
  • HIDDEN IDENTITY : The Girl Who is Another Saintess
  • New Life
  • TRANSMIGRATION: The Criminal's (HIATUS)
  • THE DUKE'S ONLY CHILD
  • Become An Extra Character
  • Transmigrasi vero
  • THE EXTRA
  • The secret of biru

[BUKAN NOVEL TERJEMAHAN] WARNING! IWTDIP EDISI REVISI! Deskripsi: Katanya, orang jahat itu susah mati. Dan Melanie adalah buktinya. Ia berkali-kali lolos dari kematian: kebakaran, pembunuhan, racun, jebakan, bencana alam, dan berbagai kejadian lain yang seharusnya cukup untuk mengakhiri hidup seseorang. Setiap kali maut datang, Melanie selalu berhasil menghindar. Sampai-sampai malaikat maut kehabisan akal. Lalu suatu hari, ia mati. Mati beneran. Dan dengan cara yang sangat tidak estetik. Sangat konyol. Kesetrum listrik. Jelas bukan metode kematian yang layak untuk reputasi hidupnya. Masalahnya, kematian itu pun tidak bertahan lama. Melanie terbangun lagi, kali ini di dalam sebuah novel, menempati tubuh kecil seorang figuran yang tidak penting. Figuran yang, menurut cerita, akan dibunuh oleh tokoh utama. Tapi apakah itu masalah? Setidaknya sekarang Melanie tahu satu hal: ia akhirnya bisa mati dengan benar. Mati dibunuh jelas lebih keren dan masuk akal dibandingkan mati karena kesetrum listrik. Bonus poin kalau bisa mati sebagai orang baik. Asal... jangan mati konyol lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines