Wedding Days

Wedding Days

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 15, 2026
-Some memories fade, but some days keep starting over- Biru menderita Amnesia Anterograde alias blackout memorie. Dia melupakan kejadian yang dirasanya paling special dan berharga. Bagian menariknya, dia melupakan hari pernikahannya dengan Jasmin sang kekasih. Keduanya melakukan pernikahan di hari itu, esoknya Biru tidak pernah ingat kalau sudah melakukan pernikahan, dia bersikeras melakukan pernikahan lagi. Jasmin awalnya setuju melakukannya lagi meski keduanya sudah sah jadi suami istri. Tapi siapa sangka, hal itu justru jadi bomerang buruk untuk Jasmin karena hari pernikahan itu tidak pernah menemukan akhirnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Last Yes!
  • Almost Married (END)
  • De Andere Weg (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • The Villain's Mother
  • Chasing Sanara

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines