Tamu Di Meja Makan Sendiri

Tamu Di Meja Makan Sendiri

  • WpView
    Reads 258
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 24, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Family Life
Coming of Age
Abuse and Trauma
Bagi kebanyakan orang, rumah adalah tempat pelarian dari dunia yang kejam. Namun bagi Gea, rumah adalah medan perang yang paling sunyi. Sejak kecil, ia tumbuh di bawah bayang-bayang kebencian yang tidak pernah ia pahami alasannya. Di antara aroma masakan Ibu yang menggugah selera dan tawa hangat Ayah bersama kakak dan adiknya. Gea hanyalah sebuah "kesalahan" yang dipaksa duduk di kursi yang sama setiap malam. Ia ada, tapi dianggap tiada. Ia bicara, tapi suaranya hanyalah gangguan. Gea menghabiskan tujuh belas tahun hidupnya mencoba mencari celah di hati orang tuanya, melakukan segalanya demi satu anggukan apresiasi yang tak kunjung datang. Namun, semakin ia berusaha mendekat, semakin jelas ia melihat bahwa kehadirannya di rumah itu tak lebih dari seorang tamu asing yang tak diinginkan, seorang penyusup di tengah kebahagiaan orang lain. Ketika sebuah rahasia besar tentang kelahirannya mulai terkuak, Gea harus memilih tetap bertahan sebagai "tamu" yang terus-menerus memohon tempat, atau akhirnya berani melangkah keluar dari meja makan itu dan mencari arti "pulang" di tempat lain.
All Rights Reserved
#225
anaktengah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ATMA FATAMORGANA
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • Stealing My Husband
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?!
  • MOTHER
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • Unexpectedly Yours
  • Dua Langit Berbeda
  • My Step Mom? [END] ✔️

"Jadilah seperti lumut: ada, tapi tidak terlihat, dan kalau bisa jangan diinjak." Itulah moto hidup Sevanja Nandhira. Sebagai mahasiswi Seni Rupa di Universitas Brahmana yang isinya anak-anak sultan, Sevan lebih memilih menjadi "Cewek Suram" yang hobi begadang demi deadline gambar daripada harus bersosialisasi. Strateginya sederhana yaitu hindari keramaian, gunakan jalur tikus, dan tetap berada di luar Radius Seratus Meter dari orang-orang populer. Terutama dari Adiaksa Ranjaya Jasvanta. Aksa adalah segalanya yang Sevan hindari karena tinggi 185, bintang Ice Hockey, salah satu mahasiswa terkenal orang terkaya di kampus yang dijuluki Vanguard, dan memiliki aura "lampu sorot" yang menyilaukan. Bagi Sevan, Aksa adalah intimidasi visual dan gangguan dalam hidupnya. Lari cepat setiap kali melihat ujung jaket hoki Aksa adalah olahraga wajib. Namun, Sevan tidak tahu satu rahasia besar. Aksa bukan sekadar cowok populer yang iseng. Aksa adalah kolektor rahasia dari karya-karya digital anonim milik Sevan yang sangat emosional. Baginya, Sevan bukan sekadar "gadis berantakan" yang hobi kabur. Sevan adalah pelukis hantu yang selama ini ia kagumi karyanya. Kini, sang Forward tim hoki itu telah mengunci targetnya. Bukan di lapangan es, melainkan di lorong-lorong sempit fakultas seni. Dimulai dari satu krat susu coklat hingga aksi kejar-kejaran absurd yang bikin heboh satu kampus, Aksa bertekad menembus zona nyaman Sevan yang sekecil kotak pensil itu. Sanggupkah Sevan mempertahankan jaraknya, atau justru ia akan terjebak dalam pesona "Beruang" yang ternyata tidak se-polos kelihatannya? ~~~ DILARANG PLAGIAT (⁠ノ⁠`⁠Д⁠'⁠)⁠ノ⁠彡⁠┻⁠━⁠┻ pernah di unpublish karena di revisi. #01 teenfiction [ 20 Maret 2026] #01 absrud [ 20 Maret 2026] #01 gambar [ 20 Maret 2026] #01 fiksi [31 Maret 2026] #02 komedi [ 20 Maret 2026]

More details
WpActionLinkContent Guidelines