Tamu Di Meja Makan Sendiri

Tamu Di Meja Makan Sendiri

  • WpView
    Reads 218
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 24, 2026
Bagi kebanyakan orang, rumah adalah tempat pelarian dari dunia yang kejam. Namun bagi Gea, rumah adalah medan perang yang paling sunyi. Sejak kecil, ia tumbuh di bawah bayang-bayang kebencian yang tidak pernah ia pahami alasannya. Di antara aroma masakan Ibu yang menggugah selera dan tawa hangat Ayah bersama kakak dan adiknya. Gea hanyalah sebuah "kesalahan" yang dipaksa duduk di kursi yang sama setiap malam. Ia ada, tapi dianggap tiada. Ia bicara, tapi suaranya hanyalah gangguan. Gea menghabiskan tujuh belas tahun hidupnya mencoba mencari celah di hati orang tuanya, melakukan segalanya demi satu anggukan apresiasi yang tak kunjung datang. Namun, semakin ia berusaha mendekat, semakin jelas ia melihat bahwa kehadirannya di rumah itu tak lebih dari seorang tamu asing yang tak diinginkan, seorang penyusup di tengah kebahagiaan orang lain. Ketika sebuah rahasia besar tentang kelahirannya mulai terkuak, Gea harus memilih tetap bertahan sebagai "tamu" yang terus-menerus memohon tempat, atau akhirnya berani melangkah keluar dari meja makan itu dan mencari arti "pulang" di tempat lain.
All Rights Reserved
#371
anaktengah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Selasa Kliwon
  • Cold couple
  • PENYEMBAH SETAN [COMPLETED]
  • Min Yoongi : The Last (Suga BTS) [Completed]
  • Cerita Pendek
  • Daily Tips Bermanfaat 1 {Completed}
  • Makam Kembar Gunung Kambengan
  •  Maura's way of life✔️
  • Kertasura
  • DESA GAIB KALIMANTAN (Horor Misteri)

Kisah tentang adat atau kebiasaan di sebuah desa, dimana makam dari orang yang meninggal di hari Selasa Kliwon, makamnya harus dijaga selama tujuh hari tujuh malam agar terhindar dari aksi penjarahan para maling kuburan yang mengincar tali pocong atau kain kafan dari orang yang meninggal tersebut untuk dijadikan jimat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines