Kita yang Tak Pernah Jadi Asing [On Going]

Kita yang Tak Pernah Jadi Asing [On Going]

  • WpView
    Reads 2,389
  • WpVote
    Votes 1,829
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 15, 2026
Kalau kamu diberi kesempatan untuk kembali ke masa lalu... apa yang akan kamu lakukan? Aku pernah memikirkan hal itu. Dulu aku pikir, aku akan mengubah semuanya- seperti di lagu Rewrite The Stars. Bahkan aku sempat percaya, bahwa takdir itu bisa ditulis ulang. Tapi itu dulu... sebelum akhirnya aku benar-benar mendapat kesempatan itu. Ingatan-ingatan itu masih utuh. Luka itu pun belum sepenuhnya sembuh. Dan aku memilih berjalan di jalan yang sama- kali ini dengan kesadaran penuh. Berada di antara dua dunia, nyata dan maya, aku menemukannya lagi. Bukan sebagai kebetulan, tapi seperti takdir yang sedang kutulis ulang. Ketika pilihan itu datang lagi... Dan ternyata, rasanya masih sama. Sesak itu masih ada. Hanya saja, kali ini aku mengerti. Aku tidak kembali untuk mengubah. Aku kembali untuk memahami. Karena mungkin... kita tidak pernah benar-benar ditakdirkan menjadi asing.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Diujung Arash
  • TERJATUH BERSAMA HARAPAN
  • Calculus of (Oil) Love.
  • THAVEN (ON GOING)
  • Ikatan Yang Tak Terputus
  • Nathayyara [On Go]
  • Ankava or Argara?
  • REVELATION: Family Riddle
  • ALVARO [ON GOING]

"Tidak semua perasaan yang tumbuh di hati menemukan jalan, dan tidak semua doa yang naik ke langit pulang membawa kabar baik." Di sebuah pesantren kecil di pinggir kota, tinggal seorang gadis bernama Zayira Alleya Atmaja. Hidupnya sederhana, teratur, dan jauh dari keramaian. Ia tak pernah membayangkan bahwa suatu hari hatinya akan bergetar karena Arzan, cucu dari pengasuh pesantren yang sejak kecil dipersiapkan untuk meneruskan amanah keluarga. Pertemuan mereka tidak pernah dimaksudkan menjadi lebih dari sekadar sapaan. Namun rasa hadir tanpa meminta izin. Sayangnya, perjalanan perasaan itu tidak mudah. Keluarga menaruh harapan besar pada Arzan, sementara Zayira dianggap terlalu jauh dari rencana yang sudah disusun rapih. Setiap langkah terasa seperti melawan arus, dan restu yang diharapkan tak kunjung terbuka. Dalam malam-malam panjang yang dipenuhi harap dan takut, Zayira dan Arzan belajar bahwa cinta bukan hanya tentang mendekap seseorang, tetapi juga tentang kesediaan untuk menghadapi ujian-bahkan ketika hasilnya tak pasti. Apakah doa mampu menggoyahkan takdir yang seolah sudah terkunci? Ataukah keduanya justru harus belajar merelakan meski hati belum siap? Inilah kisah tentang keteguhan hati, tentang perjuangan dua insan yang mencoba memahami keinginan Tuhan, dan tentang keyakinan bahwa jalan hidup manusia tidak ada yang benar-benar mustahil ketika Allah sudah berkehendak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines