Menyeduh Musim Semi Berdarah

Menyeduh Musim Semi Berdarah

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 11, 2026
Apa kau pernah melihat musim semi semerah milikku? Buah-buahan yang ranum ini masak dengan tangis dan pahit yang menyiram akarku. Bunga-bunga yang merona ini bermekaran dari darah dan getah yang tumbuh berjalinan dengan napasku. Darah dan getah yang lengket dengan kegelapan. Darah dan getah yang membangun surga dan istana berkilauan di atas awan lalu menimbun hujanan neraka di bawahnya sebagai tempat pembuangan. Maka, datanglah dan saksikanlah musim semi berdarah ini. Akan kuseduhkan beberapa gelas untukmu, agar kau tahu bahwa kesedihan abadi itu bukan hanya milikmu.
All Rights Reserved
#477
psikologis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ENAK!!! - Karena Rasa Ga Pernah Bohong
  • Ikatan Rahasia
  • Dua Minggu [Sudah Terbit]
  • Behind The Paper
  • Untuk Lulu
  • Caramel Macchiato
  • Merajut Kasih.
  • After Marriage
  • After Proposal Pengantin Idaman [End]
  • Skenario

Sepuluh tahun menikah. Nol anak. Ribuan pertanyaan "Kapan isi?". Meja makan Reno dan Vivi perlahan menjadi dingin. Rumah mewah mereka tak lagi terasa seperti rumah, melainkan ruang tunggu yang sepi dan penuh tuntutan. Cinta mereka nyaris karam, tenggelam dalam diam dan rasa bersalah. Hingga satu malam, sebuah keputusan nekat diambil: Kabur. Meninggalkan Jakarta, mereka memulai perjalanan darat ribuan kilometer. Dari menyedot sumsum tulang di Palu, menelan pahitnya kopi di Aceh, hingga memecahkan kerasnya cangkang kepiting di Tarakan. Siapa sangka, di setiap suapan rasa Nusantara, tersimpan jawaban atas doa-doa mereka yang tak terjawab. ENAK!!!! adalah novel yang akan membuatmu lapar, menangis, dan tersenyum lega. Sebuah kisah tentang menemukan rasa "Cukup" di tengah hidup yang menuntut "Lebih". Hati-hati: Buku ini mengandung bawang dan bumbu penyedap jiwa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines