Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.
Saiba mais
a limit that I cannot cross

a limit that I cannot cross

  • WpView
    Leituras 35
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, jun 28, 2026
WpInfo
Ficção
Romance
Ensino Médio
Suspense
Dark Romance
Ayla tidak pernah berniat jatuh cinta pada sahabatnya sendiri. Semua bermula dari sebuah pertemanan sederhana yang terasa nyaman sejak awal. Rei adalah tempat Ayla bercerita, tertawa, dan pulang saat dunia terasa melelahkan. Namun, semakin lama bersama, semakin sulit bagi Ayla untuk memandang Rei hanya sebagai teman. Masalahnya, Rei terlalu membingungkan. Kadang laki-laki itu memberi perhatian kecil yang membuat Ayla berharap-menemani hingga larut malam, mengingat hal-hal kecil tentang dirinya, bahkan bersikap seolah Ayla adalah orang paling penting dalam hidupnya. Tapi di waktu lain, Rei justru menjauh tanpa alasan, menciptakan jarak yang membuat Ayla takut salah mengartikan semuanya. Ayla ingin maju, ingin jujur tentang perasaannya. Namun setiap kali mencoba, rasa takut selalu menghentikannya. Ia takut kehilangan Rei. Takut hubungan mereka berubah menjadi asing hanya karena perasaan yang seharusnya tidak ada. Tanpa Ayla sadari, Rei pun menyimpan perasaan yang sama. Di balik sikapnya yang sering menarik diri, Rei sebenarnya mencintai Ayla lebih dari siapa pun. Namun ia memilih diam karena takut jika mereka mencoba lebih dari sekadar teman dan akhirnya gagal, maka ia akan kehilangan satu-satunya orang yang selalu tinggal. Mereka sama-sama saling mencintai, tetapi juga sama-sama terjebak dalam ketakutan. Hingga suatu hari, jarak yang mereka ciptakan sendiri mulai membawa orang lain masuk ke kehidupan masing-masing. Dan untuk pertama kalinya, Ayla dan Rei harus memilih: Tetap bertahan di balik batas aman bernama pertemanan, atau mengambil risiko untuk saling memiliki meski kemungkinan kehilangan terasa begitu besar. Karena terkadang, batas yang paling sulit dilewati bukanlah jarak... melainkan rasa takut kehilangan satu sama lain.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Nala dan Mas Juragan
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)
  • Círculo del Destino
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • ONESHOOT 21+
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Silent Traces by the Sea
  • Clause of Us
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo