No That Bad(Nikah Muda Perjodohan)

No That Bad(Nikah Muda Perjodohan)

  • WpView
    Reads 12,958
  • WpVote
    Votes 840
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Jul 9, 2026
langsung baca aja yuk,biar tau suka nggak nya😉🤭 Zelora Tre a Mila Arabecca Adeline Andhara.atau yg kerap di sapa dengan panggilan Mila. Ia nggak pernah tertarik buat dekat sama siapa pun- apalagi sampai dijodohkan, bahkan menikah dengan orang yang nggak pernah terlintas di pikirannya sama sekali. Di usianya yang masih terbilang muda, baru menginjak 20 tahun, hal seperti itu jelas bukan yang dia inginkan. Buat Mila, hidup udah cukup ribet tanpa harus ditambah urusan "dekat-dekatan"- apalagi sampai menikah. Tapi satu keputusan yang bukan dari dia... Pelan pelan mulai mengubah semuanya. penasaran yok langsung aja baca
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain Mother
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Last Yes!
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Almost Married (END)
  • Chasing Sanara
  • De Andere Weg (END)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • DOMINEX | The Crime Lock

HAPPY READING ❤️‍🔥 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines