Kang Ha-jun adalah pewaris tunggal Hansung Group, konglomerat terbesar di Korea Selatan. Pada usia dua puluh delapan tahun, ia memiliki segalanya: kekayaan, kekuasaan, dan nama besar. Namun, ia tidak memiliki kebebasan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.
Muak dengan intrik perusahaan dan tekanan dari kakeknya, Ketua Kang Jin-seok, Ha-jun memutuskan untuk meninggalkan seluruh warisannya. Ia mengubah identitas menjadi Kang Maru dan bekerja sebagai barista paruh waktu di 'Cafe On The Corner', sebuah kedai kopi kecil di Bogor yang nyaris bangkrut. Di sana, ia bertemu dengan Cha Eun-bi, pemilik kafe yang sinis, mandiri, dan memiliki trauma terhadap pria tampan yang gemar berbohong.
Kehidupan baru Maru sebagai barista tidaklah mudah. Ia tidak cakap membuat kopi, sering memecahkan gelas, dan harus menyembunyikan identitas aslinya. Rahasia tersebut terancam terbongkar ketika Eun-bi menemukan kartu hitam tak terbatas milik Hansung Group di saku celemeknya. Di sisi lain, Hansung Group berencana menggusur seluruh area, termasuk kafe milik Eun-bi, untuk membangun pusat perbelanjaan baru.
Demi menyelamatkan kafe dan menebus kesalahannya, Ha-jun memilih untuk melawan keluarganya sendiri. Ia mematahkan kartu hitam simbol kekuasaannya dan menyerahkan bukti korupsi internal Hansung kepada Eun-bi. Keputusan tersebut membuatnya diusir dari keluarga dan menjadi buronan kakeknya.
Ketika kebenaran terungkap di ruang sidang dan nama baiknya dipulihkan, Ha-jun justru memilih untuk menghilang. Ia meninggalkan surat pengunduran diri dan waralaba 'Cafe On The Corner' untuk Eun-bi. Setahun kemudian, tersiar kabar bahwa Kang Ha-jun telah meninggal dunia dalam kecelakaan di Quebec, Kanada.
Namun, setiap malam tahun baru, di kursi pojok kafe yang selalu dipesan untuknya, selalu terhidang satu gelas Americano yang pahit dan hangat. Tidak ada yang tahu siapa yang membuatnya.
All Rights Reserved