Redupnya Sang Pemimpi

Redupnya Sang Pemimpi

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 6, 2026
WpInfo
Fiction
Mystery
Dark Academia
Murder
Conspiracy
"Walau aku mati, aku tetap hidup di dalam tulisanku." Di mata Langit, adiknya adalah bintang harapan terakhirnya. Namun di balik dinding SMA Yomanakarta 1, Samudra adalah korban perundungan keji yang tak mampu berteriak meminta tolong. Kehadiran Nathaniel, pemuda misterius berambut abu-abu, menjadi satu-satunya saksi bisu atas penderitaan itu. Namun, ketika sebuah telepon misterius menghubungkan Langit pada rahasia kematian ayah mereka, garis takdir berubah menjadi gelap. Di tengah pencarian kebenaran, Langit justru menemukan pemandangan yang menghancurkan jiwanya di kamar sang adik. Siapakah sosok yang memberikan kertas pada Samudra di taman? Dan apa hubungannya dengan kematian ayah mereka? Karena terkadang, kebenaran baru akan bicara saat suara sang pemilik cerita sudah selamanya hilang. Kenapa Samudra menyerah? Apa isi secarik kertas di saku celananya? Langit harus menyelami kegelapan yang ditinggalkan adiknya untuk menemukan jawaban yang mungkin lebih menyakitkan daripada kematian itu sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • My Perfect Model ( Republish )
  • Hello, Mr. Mafia!
  • Fraktal Rahasia (Selesai)
  • Shadow in the Lab
  • Defiant [END]
  • SHEA SANG FIGURAN
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines