Lelakon Sampur Tergadai (Bersambung)

Lelakon Sampur Tergadai (Bersambung)

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 6, 2026
WpInfo
Fiction
Historical
Social Themes
Culture and Identity
Namaku Sri Ningrum. Aku adalah dara putri semata wayang saudagar kaya. Cintaku kepada seni tari akan menemaniku menjunjung hak asasi bagi kaum wanita. Aku percaya penari tak sama dengan seorang pelacur yang Bapak-ku katakan. Tapi, kenapa Bapak benci sekali penari? Seni bukanlah alat untuk politik Bapak! Kata Bapak kalau aku ingin menari ada harga yang harus ditebus, aku dijual dan diperalat. Mengapa Bapak menjadikan aku suatu hal yang Bapak benci? Seharusnya Bapak tidak selalu ikut campur hidupku. Pertemuanku dengan seorang anak bernama Kartini membangkitkan semangatku untuk mengajar wanita-wanita kurang mampu yang tak bersekolah. ---------------------- Seluruh cerita berisi fiksi dan tidak bermaksud menyinggung pihak manapun. Isinya orisinal hasil pemikiran penulis sendiri, apabila ada kesamaan maka itu adalah ketidaksengajaan. Kemungkinan akan ada chapter yang agak 18+ ke depannya, mohon bijak. Mari dukung saya agar menjadi penulis terkenal dengan follow, bintangi, dan bagikan karya saya. Terima kasih wahai sahabat terkasih. Salam hangat, Hriam Hardenay.
All Rights Reserved
#201
budaya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Asmaranala
  • ✅ SUAMI KAISAR
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • 𝐒𝐓𝐎𝐑𝐘 𝟏𝟗𝟔𝟓 ║𝐏𝐈𝐄𝐑𝐑𝐄 𝐓𝐄𝐍𝐃𝐄𝐀𝐍
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Permaisuri Palsu dan Harem Yang Kucuri
  • Para ibu generasi tahun 60-an dimanipulasi secara mental [END]
  • Duchess of Valtor

Di awal kisah, aku dan kamu satu. Parasku itu parasmu. Ragaku serupa ragamu. Namun hidupmu ibarat jalan landai berhias ilalang, sedangkan hidupku layaknya tikungan curam terjal berbatu. Dirimu begelimang kasih, tapi diriku berbalut nestapa. Mudah untukmu, yang sulit jadi bagianku. Kamu beruntung, aku yang sial. Kenapa harus kamu, bukan aku? Memang apa kesalahanku? Salahkan jika kini aku ingin berada di posisimu? Saudariku, kumohon menghilanglah selamanya. PERHATIAN!!! Cerita ini seluruhnya FIKTIF belaka serta tidak terkait dengan sejarah kerajaan manapun walau kisah berlatar kerajaan masa lampau. Semua nama, tokoh, karakter, tempat, waktu, dan jalan cerita hanya rekaan demi kepentingan HIBURAN semata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines