SEKERANJANG BUNGA DI KOTABARU

SEKERANJANG BUNGA DI KOTABARU

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 23, 2026
Jakarta, 1992. Ardi Bramantyo, putra mahkota imperium tekstil yang haus kebebasan, dipaksa sang ayah untuk pindah ke Yogyakarta demi masa depan bisnis keluarga. Di tengah megahnya rumah kolonial di kawasan elit Kotabaru, Ardi justru menemukan "dunia lain" dalam sosok Sari-gadis desa polos dari perbukitan Gunungkidul yang bekerja sebagai pembantu di rumahnya. ​Cinta yang tumbuh di antara denting piring dapur dan bisikan tengah malam itu segera berubah menjadi badai saat rahasia besar mereka terungkap. Terjepit di antara ancaman sang ayah yang otoriter, perjodohan elit yang menanti di Jakarta, dan kenyataan pahit tentang kasta sosial, Ardi harus memilih: tetap menjadi ahli waris yang patuh atau nekat menjadi pelarian demi melindungi nyawa yang baru saja tumbuh di rahim Sari. ​Sebuah kisah tentang pengorbanan berdarah di pinggiran kota, tentang harga sebuah tanggung jawab, dan perjalanan panjang menemukan arti sejati dari kata "pulang".
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [S1] The Beginning Of Our Destiny [DIBUKUKAN]
  • FATE
  • Nicho/Piala Bergilir (End)
  • Long Distance Marriage
  • Kembang Desa [Chanbaek]
  • Don't Go Away
  • Problematic Marriage (End)
  • DREAM
  • Im your Omega
  • King Gulf

[OPEN PRE-ORDER TANGGAL 1-7 SETIAP BULANNYA ] Dia tidak mengerti mengapa kehidupannya berbeda. Ada luka yang terus berulang tanpa tahu dengan apa ia dapat mengobatinya. Luka batin saat dimana ia dikucilkan, diabaikan, sampai tak diharapkan. Dia sangat berteman akrab dengan frustasi. Tidak ada yang bisa ia lakukan selain menerima takdirnya. Terkadang ia berfikir, kesalahan apa yang telah diperbuatnya? Mengapa hidup terasa tak adil rasanya? Apa kenyataan pahit ini adalah takdir yang harus ia terima karena ulah orang-orang dimasa lalu? Sebenarnya bukan ini hidup yang kuharapkan. Ada diantara kebimbangan apa aku harus mempertahankan hidupku atau ku akhiri saja. Siapa bilang aku baik-baik saja? Sakit dan melelahkan. Sialnya, hidup tak bisa kukendalikan semauku. Bahkan saat mereka menganggapku sebagai luka, aku masih tidak tahu cara mengakhiri nafas ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines