Tempat Untuk Pulang

Tempat Untuk Pulang

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 17, 2026
Di sebuah rumah yang pernah penuh tawa, seorang anak tumbuh di antara luka yang tidak pernah benar-benar sembuh. Ia menyaksikan bagaimana cinta bisa berubah menjadi pertengkaran, bagaimana kepercayaan perlahan runtuh, dan bagaimana seorang ibu tetap bertahan meski hatinya berkali-kali hancur. "Tempat untuk Pulang" bukan sekadar cerita tentang kehilangan seorang ayah, tetapi tentang perjalanan panjang seorang ibu yang memilih untuk tetap berdiri ketika segalanya runtuh. Tentang anak-anak yang tumbuh lebih cepat dari usianya, belajar memahami dunia yang tidak selalu adil, dan mencari arti rumah di tengah perpisahan yang berulang. Di balik segala luka, ada perjuangan yang tidak terlihat. Di balik air mata, ada kekuatan yang diam-diam tumbuh. Hingga pada akhirnya, mereka mengerti bahwa pulang bukan selalu tentang tempat, tetapi tentang siapa yang tetap bertahan di sisi kita dan kepada siapa kita akan kembali. Sebuah kisah nyata tentang cinta, kehilangan, dan perjalanan pulang... baik kepada keluarga, maupun kepada Tuhan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Great Agent and Genius Girl ✔
  • Introvert Secret [END]
  • Embun Terakhir (SELESAI)
  • do you miss me ?
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • LOVE INTO PANDORA BOX [ SUDAH TERBIT ]
  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • Sejauh 260 km
  • My Wife is My Healer
  • Unbelievable

"Maafkan aku." Cicit Fina dengan suara yang hampir menghilang. "Plakk.. seharusnya aku tidak mempercayakannya pada gadis kecil sepertimu." Setidaknya Kelly tidak menyebutnya jalang. Ini lebih baik. Wajahnya kini terasa panas. Lebih tepatnya tubuhnya kini panas dingin. "Apa yang kau lakukan sampai dia dalam bahaya begitu?" Kelly mendorong tubuh lemah Fina sampai jatuh jika saja Alby tak menangkapnya. "Hentikan. Apa kau tidak berlebihan?" Bentak Alby membuat Kelly terdiam. Ia tidak menyangka Alby yang ramah akan marah begini. Plak.. Fina menepis tangan Alby yang hinggap di bahunya kasar. Ia kembali berdiri dan mengahadapi kemarahan Kelly. "Sekali lagi maafkan aku. Jika saja aku tidah ceroboh maka Rosse tidak akan seperti ini." Bungkuk Fina meminta pengampunan beribu kali. Kali ini Kelly tak berkata apapun. Ia hanya diam dan kembali duduk disamping adiknya. "Fina.. kita keringkan dirimu lebih dulu." Pinta Alby mendekat tapi Fina justru semakin menjauh. "Jangan pedulikan aku." Tepis Fina pada tangan hangat itu. "Fina..!!" Teriakan Alby memekakkan telinga Fina. Ia tak menyangka Alby akan meninggikan suaranya. Buram.. entah karena bentakan Alby atau apa.. pandangan Fina perlahan sirna. Rasa dingin mendadak memenuhi tubuhnya. Dan tanpa peringatan ia limbung dan terjatuh ke lantai yang dingin, menambah daftar penderitaan dalam hidupnya. "Fina..!!" Panggilan itu memberikan secercah kesadaran pada Fina. Samar ia menatap siapa sang pemilik suara berat itu dan meraih rahang kokoh miliknya. "Niel.." ucap Fina lirih sebelum kegelapan kembali menjemput kesadarannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines