Bagaimana rasanya bereinkarnasi menjadi pelayan atau pemuda biasa di dalam sebuah novel populer yang diisi oleh para monster berdarah dingin?
Bagi Lioksa ren, jawabannya adalah: Mengerikan.
Mansion Dracule adalah wilayah terlarang. Di sana tinggal lima bersaudara bangsawan Dracule-Mihawk, Suguru, Law, Chuuya, dan Zoro-para penguasa dunia bawah, pebisnis nomor satu, penyihir terkuat, hingga mafia legendaris yang menguasai Jepang dari balik bayangan. Bersama pasangan (submisif) mereka yang tak kalah mematikan-Shanks, Satoru, Luffy, dan Sanji-mereka membentuk dinasti tak tersentuh yang dingin, kejam, dan penuh intrik psikologis.
Lioksa ren hanya ingin hidup tenang, menjadi figuran tak kasat mata yang menyapu lantai, tidak memicu kemarahan siapa pun, dan bertahan hidup. Dia bertekad untuk menutup mulut rapat-rapat.
Namun, takdir bercanda terlalu jauh.
Sebuah sistem reinkarnasi aneh membuat suara hatinya bocor secara real-time. Isamu mengira dia sedang mengumpat, panik, dan bergosip di dalam kepalanya
sendiri. Dia tidak tahu bahwa setiap detak pikirannya terdengar jelas bagai siaran radio rusak di telinga lima bersaudara Dracule dan empat pasangan mereka!
Dari rahasia Port Mafia, taktik pertempuran, hingga komentar-komentar konyol tentang betapa "bucin tapi mengerikannya" para dominan ini-semuanya terdengar tanpa sensor.
Satu-satunya orang yang tidak bisa mendengar "siaran radio" ren adalah Dracule Dazai, submisif dari Chuuya yang manis, sangat lugu Dan polos, tuli, dan bisu. Di tengah mansion yang dipenuhi manusia-manusia psikologis yang hobi mengintimidasi, Ren yang panik hanya bisa mencari perlindungan di dekat Dazai yang murni.
Akankah Ren menyadari bahwa "suara hatinya" telah mengubahnya menjadi hiburan harian-sekaligus target observasi-para penguasa kejam Mansion Dracule? Ataukah batinnya yang bocor justru akan menyelamatkan (atau malah mempercepat) ajalnya di tangan para monster tampan ini?
All Rights Reserved