REAPER, BLOOD, AND DEMON

REAPER, BLOOD, AND DEMON

  • WpView
    MGA BUMASA 22
  • WpVote
    Mga Boto 0
  • WpPart
    Mga Parte 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Fri, May 8, 2026
Aku selalu penasaran apakah langit pernah benar-benar berwarna biru. Di Thanatopia, warna adalah kemewahan yang tidak kami miliki. Sejauh mataku memandang, dunia hanya terdiri dari gradasi abu-abu yang membosankan dan kabut tebal berbau logam berkarat. Di sini, kaum manusia hanyalah ternak bagi para Undead-angka-angka yang menunggu giliran untuk diperas nadinya saat para penguasa merasa lapar. Malam itu, duniaku yang abu-abu berubah menjadi merah pekat. Aku melihatnya dari celah lemari. Seorang Vampire dengan kulit sepucat rembulan menghunjamkan pedangnya ke punggung ayah dan ibuku seolah mereka hanyalah serangga koleksi. Darah Ras Blood mereka mengalir, membanjiri lantai kayu rumah kami yang lapuk. Saat sang predator menyeringai dan melangkah mendekat untuk mencicipi rasa takutku, maut datang dalam wujud yang berbeda. Silas. Sang Reaper dengan sabit raksasa hitam legam. Dengan satu ayunan, dia memutus leher sang Vampire tanpa sisa. Dia tidak datang untuk memelukku. Dia menatapku dengan mata sedingin es dan berkata, "Dunia ini tidak punya tempat untuk anak sepertimu." Di tengah kobaran api yang melahap sisa kenangan masa kecilku, aku tidak memilih untuk mati. Aku meraih tangan kasar sang Reaper. Aku melepaskan nama Alaric si anak lemah, dan lahir kembali sebagai bayangan yang tumbuh di bawah sayap sang Maut. Vampire, Iblis, hingga Malaikat yang berpaling muka-mereka semua akan belajar satu hal dariku: Bahwa dendam yang dipupuk di tanah kuburan adalah satu-satunya hal yang akan tetap hidup saat Thanatopia runtuh.
All Rights Reserved
#59
power
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • The Duke'S Red String
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • GALEN PRADIPTA
  • Just let me live, Duke!
  • New life, New problems [END]
  • 𝐎𝐍𝐄 𝐒𝐇𝐎O𝐓🔞 •VKOOK
  • A Family of Villains
  • Sin of The Villainess
  •   My Switched Daughter END
  • Shaenette: Skenario Kedua

Leya menghabiskan hidupnya melihat benang merah milik orang lain, tanpa pernah melihat miliknya sendiri. Hingga maut datang menjemput. Di bawah reruntuhan perpustakaan yang lumat oleh gempa, jari kelingking Leya tiba-tiba menyala. Di detik-detik terakhir napasnya, ia melihat benang itu terhubung pada seorang pemuda dengan wajah bersimbah darah. Namun, sebelum ia sempat meraihnya, kegelapan merenggut segalanya. Maut seharusnya menjadi akhir, tapi Leya justru terbangun sebagai anak rahasia di kediaman seorang bangsawan yang dingin di dunia yang asing. Dan ujung benang merah itu kini bertaut pada sosok yang paling seharusnya ia hindari. Sosok yang bisa menghancurkan hidup barunya dalam sekejap. Jika benang merah takdir konon tak pernah salah, lalu mengapa Leya merasa takdir sedang berusaha membunuhnya untuk kedua kali? ©April, 2026

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman