We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Semu
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 7, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
First Love
Highschool
Friends to Lovers
Kisah ini dimulai saat semesta sedang tersenyum, yang bahkan aku sendiri tidak pernah benar-benar paham apa maksud semesta atas pertemuan ini. Tapi aku akan bilang pada semesta kalau aku bahagia pernah menjadi bagian dari hidup nya, aku senang bisa jadi salah satu alasan dia tersenyum bahagia. Tapi aku tidak tahu apa arti rasa ini? Aku tak pernah berani untuk mengatakannya karena aku takut hubungan yang dibangun dengan baik tiba-tiba asing hanya karena egois ku. Aku tak bisa mengelak kalau aku menyukai nya sejak pertemuan pertamaku dengan nya. Aku sadar, jika dia memiliki rasa yang sama dia tak akan mengabaikan perasaan nya terhadapku, tapi sampai hari ini aku tak pernah mendengarnya mengucapkan kalimat yang selama bertahun-tahun aku tunggu. Ah, mungkin memang cintaku bertepuk sebelah tangan. Untuk mu, maaf karena telah berharap. -gadis dengan seribu harapan semu ditahun rindu. Jangan lupa follow akun ini jika kalian suka dgn ceritanya🫶🏻
All Rights Reserved
#292
arka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines