Mencintaimu di Antara Dua Dunia [TERBIT]

Mencintaimu di Antara Dua Dunia [TERBIT]

  • WpView
    Reads 434
  • WpVote
    Votes 211
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadComplete Fri, Jun 5, 2026
Bagi Aneira, frekuensi terbaik di hidupnya justru tercipta dari dua hal tak terduga-pojok angkot Bandung yang pengap dan sebuah notifikasi 'like' di larut malam. Pertemuannya dengan Amerta-pria motor sport berwajah dingin dengan tawa paling tulus-mengubah dunia Aneira yang semula hanya sebatas lensa kamera. Dari canggungnya insiden "salah like", hubungan mereka mekar menjadi janji-janji manis. Rencana keliling kota, hingga bisikan cinta yang abadi dalam empat pose photo box. Namun, kebahagiaan itu runtuh dalam satu malam. Dunia gelap Amerta merenggut segalanya. Menyisakan satu surat terakhir di pagi hari, sebelum raga cowok itu menghilang bersama sejuta misteri. Di tengah duka yang membekukan, Aneira memilih cara yang gila. Ketika tubuhnya melemah dan kesadarannya mulai menipis, ia sengaja melangkah ke ambang batas antara hidup dan mati. Menjelajahi dunia koma demi menjemput kembali sang Samudra yang hilang. Di antara mimpi dan kenyataan, akankah Aneira menemukan kebenaran malam itu? Ataukah kematian memang menjadi akhir mutlak dari semua frekuensi yang pernah tercipta?
Public Domain
#16
inanotherlife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Almost Married (END)
  • De Andere Weg (END)
  • The Last Yes!
  • Chasing Sanara
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • The Villain Mother
  • Nala dan Mas Juragan
  • Revenge Marriage (SELESAI)

🔞⚠️Note: Cerita ini 21+ ya. Isinya untuk dewasa, mohon bijak dalam membaca. ****** Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines