Tiga tahun lalu, Aleeya memilih menghilang tanpa kata. Meninggalkan sebuah hubungan yang ia yakini sebagai "wilayah abu-abu" demi menunaikan janji taubat kepada Sang Pencipta dan rida Bundanya. Ia bukanlah wanita dengan ibadah sempurna. Shalatnya masih tertatih dan sujudnya masih terasa berat, namun ia berjuang setiap hari untuk menjadi manusia yang lebih baik. Ia mengubur rapat kenangannya bersama Ferayda, sosok yang pernah menjadi dunianya. Namun, takdir memiliki selera humor yang getir. Tepat setelah Idul Fitri, sosok yang ia hindari justru muncul kembali di depan mata. Keduanya berada dalam tim kerja yang sama. Ferayda bukan lagi wanita yang akrab dengan dunia malam, alkohol, dan asap rokok. Ia telah berbenah diri, membuang masa kelamnya demi mengejar ketertinggalan dari Aleeya yang datang dari latar belakang keluarga baik-baik. Bagi Ferayda, pertemuan ini adalah jawaban atas doa-doanya. Namun bagi Aleeya, ini adalah ujian iman yang paling menyiksa. Di antara rida manusia dan rida Illahi, di manakah sisa cinta yang ada di dua sujud mereka akan akhirnya berlabuh?
Più dettagli