Mereka bilang, hutan di belakang Desa Wono Ireng tidak pernah benar-benar tidur.
Kalau malam tiba, suara gamelan kadang terdengar samar dari dalam Alas Peteng. Dan orang-orang desa percaya satu hal:
jangan pernah menjawab suara yang memanggil namamu dari arah hutan.
Setelah bertahun-tahun meninggalkan desa kelahirannya, Raka akhirnya pulang karena hidupnya di kota mulai berantakan. Awalnya semua terlihat biasa-rumah neneknya yang tua, jalan desa yang sepi, pos ronda penuh candaan, dan seorang gadis bernama Sekar yang terasa asing sekaligus familiar.
Tapi semakin lama tinggal di sana, Raka mulai menyadari kalau desa itu menyimpan sesuatu yang sengaja dikubur.
Orang-orang hilang tanpa jejak.
Suara-suara aneh terdengar tiap tengah malam.
Dan hutan itu... seperti mengenalnya.
Saat ingatan masa kecilnya perlahan kembali, Raka menemukan kenyataan bahwa dirinya pernah menjadi bagian dari ritual kelam yang dilakukan warga desa sejak puluhan tahun lalu.
Kini ia harus memilih:
lari meninggalkan semuanya,
atau menghadapi kutukan yang selama ini menunggu kepulangannya.
Karena di Desa Wono Ireng, tidak semua orang yang hilang benar-benar pergi.
Dan tidak semua yang kembali... masih manusia.
All Rights Reserved