Dear 30, Be Kind

Dear 30, Be Kind

  • WpView
    Reads 68
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published 15 minutes ago
Umur 30 tahun, perjalanan itu dimulai. Perjalanan yang menyebalkan, menyedihkan, penuh kepalsuan. Seolah tidak terlihat kebaikan yang ada di dalamnya. Bagaimana cara melewatinya? Kumpulan puisi ini tidak menjanjikan solusi. Namun, aku mau kamu tahu, kita tidak pernah sendiri. Umur 30 tahun adalah bagian dari kehidupan. Mari kita cari cara terbaik untuk melewatinya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Moon And Mood Spirit
  • merry a rich men || QIUXING
  • THE HEIR OF SIN (FOXYPAN)
  • Leonids
  • HOME
  • The Child He Left Behind (FOXYPAN)
  • 𝑳𝒊𝒓𝒊𝒌 𝑳𝒂𝒈𝒖 : 𝐸𝑁𝐻𝑌𝑃𝐸𝑁 巛ˢⁱⁿᶜᵉ₂₀₂₀
  • Pikul Pilu Pada Pulangmu
  • First Love, Not the First
  • COOL BOY AND NEET CRAZY GIRL  [fatqeel]

Puisi-puisi dalam buku ini lahir dari ruang yang tidak selalu terang-tempat di mana perasaan disimpan terlalu lama hingga akhirnya menemukan jalannya sendiri untuk keluar. Setiap tulisan membawa potongan pengalaman tentang cinta yang tidak selesai, rindu yang menetap, dan usaha memahami hal-hal yang tidak selalu bisa dijelaskan dengan logika. Gaya penulisannya cenderung jujur, spontan, dan tidak dibuat terlalu rapi. Ada bagian yang terasa lembut, tapi ada juga yang tajam dan sedikit gelap. Emosi di dalamnya bergerak antara keinginan untuk bertahan, kebutuhan untuk melepaskan, dan rasa ingin kembali pada sesuatu yang terasa familiar-meskipun belum tentu baik. Di balik tema cinta dan kehilangan, terselip juga lapisan yang lebih dalam tentang koneksi jiwa, intuisi, dan perasaan seolah pernah mengenal seseorang sebelum semuanya benar-benar terjadi. Hal ini membuat puisi-puisi di dalamnya tidak hanya berbicara tentang hubungan dengan orang lain, tapi juga tentang hubungan dengan diri sendiri. Buku ini tidak menawarkan jawaban atau akhir yang sempurna. Sebaliknya, ia menjadi ruang untuk merasakan, mengingat, dan perlahan memahami bahwa tidak semua hal harus selesai untuk bisa diterima.

More details
WpActionLinkContent Guidelines