Maybe At Another Time, Gilbert?

Maybe At Another Time, Gilbert?

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 7, 2026
Pertemuan adalah suatu hal yang tidak direncanakan, menurut gue begitu. Tetapi, perpisahan adalah hal yang direncanakan oleh takdir. Begitulah mindset gue saat pertama kali bertemu, berkenalan, dan pacaran untuk yang ke pertama kalinya. Awalnya baik-baik aja, tapi gue makin ngerasa... Kok elu ngejauh sih? Pikir gue begitu. Gue ngambek sejadi-jadinya, akhirnya beneran ditinggal. Semua pria sama saja. Mindset gue begitu setelah putus, padahal itu hubungan gue yang pertama kalinya. Tapi memang menurut gue, gue itu belum cocok pacaran. Gue masih sekolah, masih ngejar nilai, suka-sukaan ya cuman sekadar confess terus ditolak lagi. Ya mau gimana? Tapi kebayang gak sih kalau kalian tiba-tiba punya perasaan sama orang yang gak kalian sadari itu punya aura yang nempel banget ke hati kalian? Gue baru ngalamin ini. Namanya itu si Gilbert Zefran, teman seangkatan gue yang gak terlalu dekat sama gue, bahkan komunikasi aja hampir gak pernah. Cuman karena hal kecil, gue mikir-mikir lagi setelah putus. Gue memang gak mau sakit hati lagi. But, maybe can I try once again? Tapi yang gue harapkan setelah semua ini, gue mau nepatin janji gue kalau gue memang gak suka lagi sama dia, gue gak bakal cinta-cintaan di sekolah lagi. Tapi memangnya bakalan begitu? Lihat aja ke depannya... - Relyn Claire
All Rights Reserved
#44
school
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • After the Fall
  • The Girl Who Was Never Written
  • Tsundere Maniak Susu
  • TUNANGAN ANTAGONIST GILA
  • Figuran Tanpa Peran [END]
  • Halo Gus!!
  • The Lost Cael
  • MUKTI AGUNG
  • GALAKSI [HIATUS]
  • ARCHIO KENZO [ END ]

Zein Alastair Lucien Ashton. Ketika dia masih kecil dan masih belum mengerti apa-apa, seluruh anggota keluarganya pergi meninggalkan dia untuk membawa kakak keduanya yang saat itu sakit parah berobat ke luar negeri dan dia ditinggalkan bersama para pekerja di rumah besar keluarga mereka. Zein tumbuh tanpa figure keluarga, hanya dibesarkan oleh para pelayan. Dia anak baik dan ceria meskipun tumbuh tanpa keluarganya. Mereka pulang sekali dalam beberapa tahun dan setiap kepulangan mereka langsung disambut dengan baik oleh Zein, namun mereka berubah... Entah karena tak lagi merasa sayang karena sudah lama tak bersama ataukah karena ada sosok yang lebih butuh daripada Zein. Hingga akhirnya setelah sebelas tahun berlalu, si anak tengah dinyatakan sembuh dari penyakitnya. Mereka memutuskan untuk pulang, mengejutkan Zein dengan kepulangan mereka sambil membawa banyak sekali hadiah untuk si bungsu dan berbagai rencana kegiatan yang akan mereka lakukan. Namun hari itu, saat mereka tiba... Tidak ada sambutan, tidak ada pelukan. Suasana rumah besar itu sepi tanpa kehadiran Zein. Mereka bertanya-tanya, ke mana anak itu pergi? Namun para pelayan hanya mengatakan bahwa sang tuan muda tak pernah pulang dalam waktu beberapa bulan terakhir. Bukan karena dia kabur dari rumah, bukan karena dia pergi untuk kebebasan dalam kenakalannya. Tapi dia pergi karena 'Mentalnya' harus mendapatkan perawatan. Sebuah kejadian di suatu hari yang suram membuat Zein kehilangan kewarasannya hingga semua pelayan memutuskan untuk mengirimnya ke sebuah tempat yang bernama 'Rumah Sakit Jiwa.' Dan lebih dari semua itu, keluarganya tidak mengetahui apa pun selama ini. #1Trauma🥇 #1Mental🥇 #1Keluarga🥇 #1Zein🥇 #1Brothership🥇 #1Bungsu🥇 #1Adik🥇 Ditulis pada Senin, 19 Januari 2026- Dipublikasikan pada Senin, 16 Maret 2026-

More details
WpActionLinkContent Guidelines