BROTHER SECRET

BROTHER SECRET

  • WpView
    Reads 1,254
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 7, 2026
Kisah cinta terlarang antara dua saudara laki-laki, Kean si kakak yang berkarakter dingin, dominan, gagah, dan sangat protektif, dengan Sean si adik yang berkarakter manja, lembut, sensitif, dan mudah menangis. Awalnya hanya hubungan kakak beradik biasa, namun lama-kelamaan tumbuh benih cinta yang lebih dalam yang melampaui batas darah dan daging. Mereka harus berjuang menutupi rahasia besar mereka dari orang tua, menghadapi rasa takut ketahuan, tekanan sosial, hingga upaya pemisahan paksa. Perjalanan cinta mereka penuh dengan air mata, drama panas, pertengkaran, perpisahan, hingga akhirnya berjuang mati-matian untuk mendapatkan restu dan kebahagiaan sejati
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • De Andere Weg (END)
  • Nala dan Mas Juragan
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • The Last Yes!
  • The Villain Mother
  • Chasing Sanara
  • Almost Married (END)

🔞⚠️Note: Cerita ini 21+ ya. Isinya untuk dewasa, mohon bijak dalam membaca. ****** Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines