Maklumat Sang Tuan Rumah

Maklumat Sang Tuan Rumah

  • WpView
    Reads 194
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureComplete Sun, May 10, 2026
Ini bukan sekadar kumpulan kata. Ini adalah manifesto bagi siapa saja yang lelah menjadi "pemandangan gratis" di tepi jalan. Dari Senin yang menderu oleh duka, hingga Minggu yang tenang dalam merdeka, rangkaian puisi ini menuntunmu langkah demi langkah: membangun benteng, menyaring tamu, dan akhirnya naik ke singgasana sepi yang paling mewah. Setiap baitnya adalah bata yang disusun untuk membangun kembali rumah yang pernah runtuh. Sebuah perjalanan tujuh hari untuk berhenti meratapi debu dan mulai belajar menjadi api. Masuklah, tapi tinggalkan topengmu di luar. Sebab di sini, kejujuran adalah satu-satunya tiket untuk bisa mampir.
(CC) Attrib. NonComm. NoDerivs
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pikul Pilu Pada Pulangmu
  • Leonids
  • HOME
  • THE HEIR OF SIN (FOXYPAN)
  • COOL BOY AND NEET CRAZY GIRL  [fatqeel]
  • 𝑳𝒊𝒓𝒊𝒌 𝑳𝒂𝒈𝒖 : 𝐸𝑁𝐻𝑌𝑃𝐸𝑁 巛ˢⁱⁿᶜᵉ₂₀₂₀
  • My Moon And Mood Spirit
  • First Love, Not the First
  • merry a rich men || QIUXING
  • The Child He Left Behind (FOXYPAN)

Apa yang sebenarnya manusia inginkan? Apa yang sebenarnya lahir dari kembara tanpa tuju? Menyibak kekosongan, enggan berhenti. Satu dua kali, aku pun melakukannya. "Di mana rumahmu? Apa kamu mengunjunginya akhir-akhir ini?" Semilir mengantar gembiramu pada saat gelisah sejak kemarin menjemputku. Tapak tidak mengambil jeda. Pun bibir bergetar, melengkung pahit. "Tidak. Rumahku tidak dapat aku temukan." Rumahmu mungkin bukan lagi rumah yang hangat. Terlalu terkepul tangis, dusta, dengki, dan segala lara yang dibawa seorang diri. Tanpa kenal lelah meski sebenarnya ingin menyerah. Bersama perasaan-perasaan ini, kamu akan menemukan tempat bersandar. Bersama apa pun yang tertulis di sini, mari temukan kembali dirimu yang mungkin telah lama lupa jalan pulang. *** Seri Dua dari antologi puisi FOUR ©2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines