We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Rak Tanpa Nama

Rak Tanpa Nama

  • WpView
    Reads 170
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 20, 2026
WpInfo
Fiction
Mystery
Cozy
Noir
Social Themes
Di sudut paling belakang SMA Nusantara Mulia, ada sebuah gedung yang sudah lama terkunci. Tidak ada yang mengunjunginya. Tidak ada yang membicarakannya. Sampai suatu malam, lima orang menemukan sebuah buku jatuh dari raknya - buku dengan nama salah satu dari mereka di sampulnya. Isinya: kisah hidup orang itu, dari lahir hingga detik ini. Sangat detail. Sangat akurat. Termasuk hal-hal yang tidak pernah diceritakan kepada siapapun. Dan ternyata, rak itu penuh dengan buku seperti itu. Ratusan nama. Semua orang di sekolah ini - termasuk mereka berlima, dengan semua rahasia yang selama ini mereka sembunyikan di balik nama keluarga yang terlalu besar untuk disentuh. Siapa yang menulis buku-buku itu? Mungkin itu pertanyaan yang salah. Pertanyaan yang benar adalah: setelah kamu tahu semua yang sudah kamu lakukan - apa yang akan kamu buat dari pengetahuan itu? ⚠️ Cerita ini mengandung konten yang mungkin sensitif bagi sebagian pembaca
All Rights Reserved
#116
characterdevelopment
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sepercik Rasa Dari Tuan
  • So Let's Love
  • Eternity
  • BEAUTY AND THE BEAR
  • Unending Breakup
  • Wattpad Gems
  • ✓Dandelions
  • Cinta Setengah Miliar
  • Ocean Waves
  • Lintasan Waktu

Arik tidak percaya dengan pernikahan. Kedua orang tuanya bercerai sejak ia masih di bangku sekolah dasar, mementingkan ego dengan menikah lagi membentuk keluarga baru. Sementara Arik, di masa tumbuh kembangnya yang perlu pengawasan orang tua, ia sibuk dioper sana sini, ke rumah paman, tante dan neneknya, bergantian, terus-menerus, hingga kini ia tumbuh menjadi pria matang tiga puluh dua tahun. Arik tidak ingin seperti orang tuanya, karena itu ia memutuskan untuk tidak menikah, memilih hidup tenang mengolah tanah perkebunan sawit juga jagungnya di desa. Kehidupan tenang Arik yang sepi dan teroganisir, berubah sedikit berantakan kala Arik terpaksa menikahi Jelita. Perempuan yang nyaris dipasung keluarganya karena trauma masa kecilnya usai dilecehkan oleh keluarganya sendiri. Pagi yang sunyi, rapih dan bersih di rumah Arik, kini digantikan dengan suara-suara gumaman Jelita yang terus memojok di dekat lemari dengan gaun putih yang tidak ingin ia ganti. Dua trauma, dua manusia. Akan kah ada obat di tengah ketakutan itu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines