We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Cukup dan itu Menang

Cukup dan itu Menang

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Tue, Jun 16, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Family Life
Coming of Age
Growth and Self-Discovery
"Cukup dan Itu Menang" adalah cerita tentang seseorang yang hidupnya tidak dibungkus gemerlap, tidak juga dikejar sorotan. Ia bukan tokoh yang selalu unggul di atas panggung dunia, tapi justru sering berada di barisan yang dianggap biasa saja. Namun di balik kesederhanaannya, ada kekuatan yang pelan-pelan tumbuh: sikap kecil yang konsisten, hati yang tidak mudah menyerah, dan cara pandang bahwa hidup tidak harus selalu heboh untuk bisa berarti. Cerita ini mengalir seperti langkah pelan di jalan yang panjang-kadang sunyi, kadang ragu, tapi tetap maju. Ia menunjukkan bahwa kemenangan tidak selalu datang dalam bentuk piala atau tepuk tangan. Kadang, kemenangan itu cuma bisa disadari saat seseorang tetap bertahan, tetap baik, dan tetap memilih untuk "cukup" di tengah dunia yang selalu meminta lebih. perubahan besar tidak lahir dari hal megah, tapi dari kebiasaan kecil yang dijaga. Kesederhanaan bukan kekurangan, melainkan fondasi yang sering diremehkan. Dan pada akhirnya, "cukup" bukan berarti kalah-justru itu bisa jadi bentuk kemenangan paling tenang yang dimiliki seseorang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Auto Save!
  • Tresna Kang Tinatih Ing Alas Jati
  • After the Fall
  • Lysander Lowell De Villiers
  • Trouble Maker[END]
  • ELION (bl)
  • The Pinky Boy
  • Target Si Supir [END]
  • "Liburan" Bonus Suami
  • PROYEK SATU TAHUN

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines