Between Faith And Love

Between Faith And Love

  • WpView
    Reads 108
  • WpVote
    Votes 60
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 26, 2026
Dilarang plagiat!!! Tukang copas menjauh dari ceritaku!!! Wallahi aku tidak rela jika ceritaku, karyaku di hak milik orang lain!!! Padahal jelas yang membuat adalah diriku!!! Bagaimana jadinya jika kita pergi ke luar negri untuk berlibur atau melakukan pekerjaan, harus berurusan dengan CEO dari luar negri langsung? Ini yang dirasakan oleh Sierra Pradipta Kusuma. Seorang penulis yang jarang aktif akhir-akhir ini. Dirinya pergi ke Shanghai untuk melakukan fanmeet dengan fansnya di Shanghai. Jujur saja ini bukan yang pertama bagi Sierra melakukan fanmeet, namun yang kedua kalinya. Ia melakukan fanmeet pertama di Beijing, tempat asal kakak iparnya yang menikah dengan kakaknya. Kisah dua insan yang sama-sama terluka karena masa lalunya, dan keduanya di takdirkan menjadi obat dan sandaran untuk satu sama lain. "Aku tidak pantas jika harus bersanding dengan lelaki bajingan dan brengsek!" ~ Sierra Pradipta Kusuma "Aku memang tak pantas jika harus bersanding dengan perempuan murahan sepertinya!" ~ Zhou Yuan Apakah kisahnya akan bahagia? Saya tidak tahu, makanya baca!
All Rights Reserved
#525
pernikahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sang Narasi ; Bimantara 111
  • hidden love
  • Glimpse Of Us (New Version)
  • Hiraeth ✔ ( END )
  • Status Gantung (Pindah ke Ungu)
  • LANGIT DI LAUTAN
  • The Coffee Crush | On Going
  • KKN
  • Anonymous Chat
  • Euthalia

𝑺𝒂𝒏𝒈 𝑵𝒂𝒓𝒂𝒔𝒊 ; 𝑩𝒊𝒎𝒂𝒏𝒕𝒂𝒓𝒂 𝟏𝟏𝟏, 2025 "Satu narasi, tujuh belas jiwa, dan ribuan cara untuk merayakan luka." Bagi mereka, Bimantara 111 bukan sekadar label program KKN di bawah langit Bandung. Ia adalah persimpangan di mana tujuh belas orang asing dipaksa menjadi satu kesatuan-belajar melengkapi yang kosong dan melindungi yang rapuh. Namun, di dalam lingkaran itu, mereka menemukan bahwa musuh terbesar bukanlah perbedaan kepala, melainkan narasi-narasi yang tak sempat selesai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines