Na-update namin ang aming Mga Alituntunin sa Nilalaman.
Suriin ang pinakabagong mga alituntunin para patuloy na makapagbahagi ng mga kuwento nang ligtas.
Matuto pa
THE RED STRING OF FATE

THE RED STRING OF FATE

  • WpView
    MGA BUMASA 4,096
  • WpVote
    Mga Boto 1,055
  • WpPart
    Mga Parte 18
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Mon, Aug 10, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Slow Burn
⚠️Mengandung adegan 21++⚠️ Wang Churan seorang mahasiswi jurusan sejarah berusia dua puluh lima tahun, dikenal barbar, suka kebebasan, keras kepala, dan selalu bertindak sesuka hati. Ia sedang meneliti sejarah Shanghai era Republik Tiongkok untuk tugas akhirnya, suatu hari ia menemukan sebuah buku tua misterius berjudul 'Back to Shanghai' di toko antik yang hampir terlupakan oleh zaman. Namun sejak membuka halaman terakhir buku itu, hidup Churan berubah sepenuhnya. Ia terlempar ke Shanghai tahun 1930-masa ketika perang, pengkhianatan, dan perebutan kekuasaan menjadikan kota itu begitu indah sekaligus berbahaya. Di tengah kekacauan tersebut, Churan dianggap sebagai Fang Mulan, putri keluarga Fang yang telah lama menghilang misterius karena wajah mereka yang sangat mirip. Tak lama kemudian, sebuah suara misterius memberinya satu misi: Jika ingin kembali ke duniamu... bunuh putra mahkota keluarga Murong. Targetnya adalah Murong Qingyi, jenderal muda paling disegani di Shanghai Utara. Sosok dingin, kejam dan tak tersentuh yang namanya ditakuti banyak orang. Namun Churan mengetahui sesuatu yang tidak diketahui siapa pun. Ia telah membaca kisah Back to Shanghai, ia tahu bagaimana perang akan pecah dan ia tahu akhir tragis yang menanti Murong Qingyi. Awalnya Churan hanya ingin menyelesaikan misinya agar bisa kembali ke dunianya. Akan tetapi, semakin ia terlibat dalam kehidupan Murong Qingyi, semakin ia menyadari bahwa ada benang merah takdir yang perlahan mengikat mereka-sesuatu yang bahkan melampaui waktu, sejarah, dan kehidupan itu sendiri. Di tengah konspirasi keluarga besar, rahasia masa lalu, dan takdir yang seolah tidak bisa diubah, Wang Churan harus memilih: Tetap menjadi penonton yang mengikuti hingga akhir cerita atau mengubah sejarah yang telah di tulis di buku tua itu.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • BACK INTO YOU
  • STALKER X OBSESSED [END]
  • 𝘗𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 & 𝘚𝘶𝘵𝘳𝘢 (𝘋𝘪𝘯𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘡𝘩𝘢𝘯𝘨) 𝐎𝐧-𝐠𝐨𝐢𝐧𝐠
  • Unwanted Marriage
  • Bumi Kanaya
  • Ambition's Cost
  • 𝘛𝘩𝘦 𝘜𝘯𝘴𝘦𝘦𝘯 𝘍𝘭𝘰𝘸𝘦𝘳 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • Trapped with Linghe
  • 𝘗𝘴𝘺𝘤𝘩𝘰𝘱𝘢𝘵𝘩 𝘖𝘯 𝘎𝘰𝘪𝘯𝘨
  • Red Thread • [ jjk × kyr ]

⚠️Mengandung adegan 21++ ⚠️ Di Liang Royal High School, dua nama selalu menjadi pusat perhatian: Zhang Jiawei dan Wang Julie. Bukan karena prestasi saja tapi karena pertengkaran mereka yang tiada henti. Bagaikan Tom dan Jerry versi manusia-setiap tatapan berubah jadi perdebatan, setiap kata menjadi ejekan. "Beast" dan "Marmut" adalah julukan perang mereka. "Marmut, kamu ini berisik sekali!" Zhang Jiawei menyeringai, alisnya terangkat menantang. "Kau yang merobek tugasku kan, Beast?!" Wang Julie membalas tanpa kalah galak, matanya menyipit tajam. Seluruh siswa sudah hafal keributan ini. Dimulai dari hal kecil, berakhir seperti kiamat. Julie mengepalkan tangannya, pipinya memerah karena marah. "Zhang Jiawei, suatu hari nanti aku akan-" "Apa? Menang dariku?" Jiawei memotong cepat. "Mimpi saja dulu, Marmut." "Dasar menyebalkan!" Julie akhirnya melempar buku ke arah Jiawei. BUK! Buku itu tepat mengenai bahu Jiawei, tapi alih-alih marah, laki-laki itu justru tertawa pelan. Tawa yang... entah kenapa membuat Julie semakin kesal. "Kalau tidak ada aku," Jiawei berkata santai sambil mengambil buku itu, "hidupmu pasti membosankan, Julie." Namun suatu hari, pertengkaran kecil berubah menjadi petaka besar yang tak terkendali. Keputusan kepala sekolah memaksa salah satu dari mereka untuk pindah. Dan Julie memilih... menghilang dari hidup Zhang Jiawei. Tanpa kata maaf. Tanpa penjelasan. Hanya menyisakan luka... dan penyesalan yang terus menghantui Zhang Jiawei selama sepuluh tahun. Sepuluh tahun kemudian, di tengah gemerlap kehidupan dewasa dan kesuksesan, takdir mempertemukan mereka kembali. "Marmut cerewet yang menyebalkan... kita bertemu lagi." Apakah pertemuan kedua ini akan menjadi awal yang baru? Atau justru membuka kembali luka lama yang belum pernah sembuh?

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman