Kapten dan Kekacauan
Hidup Raisya Prameswari tidak pernah rapi.
Sebagai mahasiswi semester akhir, hari-harinya diisi dengan skripsi yang tak kunjung selesai, alarm yang selalu di-snooze, dan kamar yang lebih mirip medan perang daripada tempat istirahat.
Sampai suatu hari, hidupnya benar-benar berubah...
ketika ia dijodohkan dengan seorang perwira militer.
Teddy Indra Wijaya-seorang kapten yang hidupnya berjalan berdasarkan aturan, disiplin, dan jadwal yang nyaris tidak pernah meleset.
Tidak ada kata "nanti".
Tidak ada kata "santai".
Dan jelas, tidak ada ruang untuk kekacauan.
Masalahnya?
Ia harus tinggal serumah dengan Raisya.
Sejak hari pertama, rumah itu berubah menjadi ajang pertempuran kecil: antara seprai yang harus selalu rapi dan selimut yang tak pernah dilipat,
antara bangun pukul lima pagi dan tidur pukul dua dini hari,
antara hidup yang teratur... dan hidup yang berjalan sesuka hati.
Awalnya, mereka sepakat untuk menjalani pernikahan ini tanpa perasaan.
Hanya kewajiban. Tanpa keterlibatan hati.
Namun di balik pertengkaran kecil, sindiran sehari-hari, dan kekacauan yang tak ada habisnya...
perlahan, sesuatu mulai berubah.
Kapten yang selalu dingin itu mulai terbiasa dengan suara berisik di rumahnya.
Dan Raisya yang selalu santai, mulai belajar tentang arti tanggung jawab.
Sampai suatu hari, ketika jarak, kesibukan, dan kenyataan mulai menguji mereka-
mereka dipaksa untuk bertanya pada diri sendiri:
apakah semua ini hanya sekadar kebiasaan...
atau ada perasaan yang diam-diam tumbuh di antara kekacauan?
Sebuah cerita tentang dua dunia yang bertabrakan,
tentang tawa di tengah ketidaksempurnaan,
dan tentang cinta... yang datang tanpa pernah direncanakan.