"Rambut itu mungkin mahkotamu, Jennara. Namun bagi saya, kamulah ratunya. Dan seorang raja tidak akan baik-baik saja jika kehilangan ratu dihidupnya."
- Abryan Satya Wisnutama-
Di benak Jennara, tak pernah sedikit pun terlintas bahwa ia akan meninggalkan tanah kelahirannya demi hidup bersama seorang laki-laki-lelaki yang merupakan putra dari orang yang telah merenggut nyawa ibundanya.
Namun demi menyelamatkan perusahaan sang ayah, ia tak memiliki pilihan selain menerima takdir pahit itu.
Pernikahan mereka bermula tanpa cinta, hanya dipenuhi canggung dan luka yang belum benar-benar sembuh. Hingga semuanya perlahan berubah saat Jennara divonis mengidap kanker.
Di masa ketika banyak orang memilih menutup mata atas penyakitnya, justru Abryan menjadi satu-satunya orang yang berdiri paling depan untuk menguatkannya. Menemaninya menjalani kemoterapi, mendengar tangisnya diam-diam, bahkan rela melakukan hal-hal kecil agar Jennara tidak merasa berjuang sendirian.
"Kenapa Mas ngelakuin ini? Mas nggak sayang sama rambut itu? Bukannya rambut itu mahkota bagi seseorang?"
- Jennara Arunika -
"Bahkan saya lebih memilih kehilangan ribuan rambut ini dibanding kehilangan kamu, Jennara. Rambut ini tidak sebanding dengan dirimu yang jauh lebih berharga dalam hidup saya."
- Abryan Satya Wisnutama -
All Rights Reserved