Sebagai Presiden Mahasiswa UPH dan pewaris Vajra Nexus, Shankara Pradipta Wajrayendra terbiasa mengendalikan segalanya. Di sisi lain, Lavanya Neraida Widyaningrat, Ketua HIMA Hukum UPH yang kritis, tidak pernah takut mendebat otoritas Shankara demi keadilan. Dua kutub dominan yang kerap bersitegang di ruang rapat ini tiba-tiba dihadapkan pada satu realitas mutlak: aliansi bisnis dan reputasi keluarga menyatukan mereka dalam satu ikatan perjodohan yang tidak bisa digugat. Secara hukum mereka terikat perjodohan, tapi secara fakta apakah mereka saling terikat? Di antara ego yang tinggi, benturan prinsip, dan tuntutan keluarga, Shankara dan Lavanya harus memilih: menjadikan pernikahan ini sebagai kesepakatan hitam di atas kertas, atau membiarkan rasa kalah oleh logika masing-masing.
More details