"Aa nggak suka kemalasan. Kalau kamu belajar sama Aa, kamu harus siap Aa tekan terus sampai kemampuan kamu keluar semua. No excuses."
Bagi Sera, Universitas Indonesia adalah harga mati-sebuah ambisi yang membuatnya terjebak dalam rasa cemas di tengah dinginnya Cipaganti. Namun, mentor yang ia butuhkan ternyata berada jauh lebih dekat dari yang ia duga. Di balik seragam PNS yang licin dan wibawa yang tak tergoyahkan, Aa Yuda-kakak iparnya sendiri-menawarkan bimbingan privat yang menjanjikan kesempurnaan. Terjebak di antara tekanan ekspektasi keluarga dan rasa segan pada sosok Yuda yang perfeksionis, Sera tidak menyadari bahwa kurikulum yang disiapkan pria itu memiliki agenda tersendiri yang jauh lebih dalam dari sekadar teori sastra.
Dalam pusaran gairah dan otoritas ini, Sera berada di persimpangan dua dominasi pria yang sangat kontras:
💁🏻♂️ Yuda (The Dominant Mentor): Kakak ipar dengan aura "lurus" namun memiliki tatapan mata yang gelap dan penuh kuasa. Baginya, mendikte Sera adalah tentang kendali mutlak tanpa distraksi.
🤦🏻♂️ Arjuna (The Rebellious Distraction): Pacar berandal dengan knalpot bising yang menjadi simbol kebebasan, namun perlahan mulai kehilangan tempat di hati Sera karena pesona kemapanan Yuda.
Di ruang kerja Dago yang sunyi dan beraroma sandalwood, aturan mulai diberlakukan: ponsel dimatikan, fokus total diberikan, dan tubuh harus dalam kondisi "segar". Saat dikte bahasa Inggris berubah menjadi instruksi yang meruntuhkan pertahanan, sanggupkah Sera menjaga iman dan kesetiaannya pada Arjuna? Ataukah ia akan membiarkan dirinya "ditekan" hingga batas terakhir oleh sang pengajar yang diam-diam telah memasang jerat paling nikmat dalam hidupnya?
All Rights Reserved