"Lo harus inget ya, kalau pernikahan kita ini cuma status. Gak boleh ada cinta dan jangan larang gue buat tetep jalin hubungan sama Adeline" ucap Genta dengan wajah seriusnya. Bisikan yang harusnya menjadi kata-kata manis nan menggoda yang bisa membuat Kayla tersipu malu setelah akad nikah dilakukan, justru hanya ucapan ketus nan dingin yang ia terima. Kayla harusnya bahagia. Pernikahan adalah sebuah momen yang sejak kecil Kayla inginkan, bagaimana keinginan Kayla kecil bisa menjadi satu-satunya ratu semalam yang bisa tampil cantik dengan riasan yang ia suka, dekor cantik dengan warna vibrant yang terkesan mewah tapi tetap simpel, makanan yang enak, lagu-lagu pengiring yang penuh cinta, dan juga pasangan penuh kasih sayang yang dengan bangga menggandeng Kayla menuju singgasana. Nyatanya semua ini hanya tipuan belaka, semua hambar walau segala keinginan Kayla terwujud. Tapi tidak dengan sosok lelaki di sampingnya yang berdiri dengan senyuman dan kepura-puraan yang amat meyakinkan. Sepanjang pernikahan berjalan, Kayla hanya bisa memasang wajah senyum yang penuh dengan kepalsuan. Apalagi Genta tetap bisa menjalankan aksinya untuk berpura-pura menjadi lelaki paling bahagia di dunia ini, karena sudah menjadi suami sah dari Kayla Sadrina. Nyatanya Genta hanya memainkan perannya, lelaki itu terlalu handal untuk menipu dunia termasuk hati Kayla yang polos. Apakah ini sebuah kesalahan untuk Kayla atas perjanjian gilanya menikah dengan Genta? Haruskah Kayla bertahan dalam hubungan yang sejak awal memang salah? --------------------------------------------- Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di voment ya! Thankies hihi
More details