Pewaris Tahta Berdarah

Pewaris Tahta Berdarah

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 10, 2026
Di dunia tempat nama bisa lebih mematikan dari senjata, Vellynia Vonnie hidup di bawah bayangan seorang mafia besar. Cantik. Tenang. Sulit ditebak. Tak ada yang tahu kalau gadis yang duduk di bangku SMA itu terbiasa melihat darah dan kekacauan. Vonnie pindah ke Jepang demi mencari ketenangan. Namun sejak hari pertamanya di sekolah, masalah seakan terus memburunya. Dan saat orang-orang mulai mengusiknya... mereka lupa satu hal. Anak dari monster, tidak mungkin tumbuh menjadi manusia biasa.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • S Di Antara Dua N
  • Terasingkan (On Going) (Slow Update)
  • SWITCH
  • The Character Who Was Meant to Die
  • Force to Marry the Devil
  • Help, I'm a Zombie!
  • Married Secret (Fattqeel)
  • Heir Without Blood
  • INTERLUDE WIFE [ ISTRI SELINGAN ]

Dunia menyambut Navaro Azael Aryan dengan tangis haru dan sorak sorai. Lima menit kemudian, Nazino Azel Arian lahir, melengkapi kebahagiaan yang sudah meluap. Namun, takdir rupanya masih menyimpan kejutan di balik tirai. Lima belas menit berlalu, saat ruang persalinan hampir tenang, kontraksi hebat kembali datang. Lahir lah si bungsu, Savero Aziel Arthan. Alih-alih sorak sorai, keheningan yang canggung justru menyelimuti ruangan. Tatapan kedua orang tua mereka bukan lagi binar bahagia, melainkan keterkejutan yang sulit diartikan. Maklum saja, selama sembilan bulan pemeriksaan USG, dokter hanya menyatakan ada dua janin. Savero kecil rupanya sangat pandai bersembunyi di balik punggung kedua kakaknya, seolah ia memang sudah terbiasa mengalah sejak dalam kandungan. Perbedaan itu dimulai sejak detik pertama mereka menghirup udara dunia. Saat ketiganya menangis bersahutan, sang ibu langsung meminta suster membawakan Nazino ke pelukannya, sementara sang ayah sibuk menenangkan Navaro yang tampak gelisah. Lalu, bagaimana dengan Savero? Ia hanya menangis di dalam boks bayi, ditenangkan oleh usapan sarung tangan karet seorang suster yang merasa iba. Sejak saat itu, garis pembatas itu nyata adanya. Perbedaan itu bukan sekadar ketidaksengajaan, melainkan menjadi identitas yang melekat. Lihat saja namanya. Kedua kakaknya kompak menggunakan inisial N, sementara ia terlempar jauh ke abjad S. Kebiasaan dibedakan selama belasan tahun membentuk mental Savero menjadi baja. Ia bukan tipe remaja yang akan mengurung diri di kamar dan menangis hanya karena tidak dibelikan baju yang sama dengan kakak-kakaknya. Justru, Savero membangun dunianya sendiri dengan prinsip Anti Mainstream. Start : 8/3/2026 End : - Sampul by Ai

More details
WpActionLinkContent Guidelines