"Jika hanya karena kata-kata seseorang bisa membuatmu menyerah, berarti kau memang memiliki mental yang lemah sejak awal, Inspektur Senior Lee Chae Eun."
- Han Do Won
"Aku tidak pernah takut mati di lapangan, Brigadir Jenderal Han. Aku hanya takut hidup di bawah bayang-bayang tiranimu."
- Lee Chae Eun
Satu tahun yang lalu, sebuah surat cerai dan mutasi sepihak memisahkan sepasang singa terbaik di Divisi Investigasi Kriminal Seoul Metropolitan Police Agency. Lee Chae Eun memilih mengalah pada takdir, melarikan diri ke pesisir Incheon demi melepas belenggu proteksi Han Do Won yang perlahan membunuhnya secara perlahan.
Namun, benang merah takdir kepolisian tak pernah membiarkan mereka benar-benar terurai.
Ketika darah dari kasus pembunuh berantai kembali tumpah di Seoul, Chae Eun dipanggil pulang. Kembali ke Tim 1, kembali menghadapi dinginnya tatapan sang mantan suami yang kini menjadi atasannya sendiri.
Di antara deru mesiu, aroma cedarwood bercampur melati, dan ego raksasa dua detektif terbaik yang saling berbenturan, ada rahasia masa lalu yang belum usai. Terlebih, ketika sesosok detektif muda dari Busan mulai lancang menawarkan pelabuhan baru bagi hati Chae Eun yang mati rasa.
Bagi Do Won, melindungi Chae Eun adalah harga mati, bahkan jika ia harus mengurung wanita itu di sangkar emasnya lagi. Bagi Chae Eun, kebebasan adalah segalanya.
Saat badai sesungguhnya datang mendekat, apakah ingatan tentang cinta masa lalu cukup kuat untuk memanggil mereka kembali pulang ke rumah yang sama? Atau, salah satu dari mereka harus tumbang di lapangan sebelum kata maaf sempat terucap?
Todos los derechos reservados