Arkana Yuan || MYG

Arkana Yuan || MYG

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 29, 2026
Freya Asmiranda tidak pernah membayangkan hidupnya akan berubah menjadi wahana roller coaster sejak ibunya menikah lagi. Alih-alih mendapatkan saudara tiri yang kalem, ia justru terjebak dengan Arkana Yuan---cowok gila, atlet basket, sekaligus playboy cap kambing yang sekelas dengannya itu. Yuan memiliki tingkat keusilan yang sudah mendarat di luar nalar. Mulai dari sabotase ban motor sampai bikin rusuh di depan ruang guru, Yuan selalu punya seribu cara untuk membuat tensi darah Freya naik. Namun, di balik semua kelakuan ajaibnya, apakah Yuan murni hanya ingin mengacau, atau ada alasan lain di balik senyum menyebalkannya? . . . "Setidaknya, dihukum gini tuh ada hikmahnya, Ya." Yuan berucap lirih ke arah Freya yang menimpalinya dengan tatapan malas. "Hikmah pala lo peang!" umpat Freya lirih. Yuan balik menatap Freya, dengan senyum menyebalkannya. "Hikmahnya, gue bisa deket sama lo." PLAK! "ADUH! Sakit neng." "Freya! Yuan! Jangan berisik!" Rista menegur dari dalam. Yuan sontak diam sembari mengusap pundaknya yang bekas dipukul pelan oleh gadis itu.
All Rights Reserved
#778
yoongi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ORBIT [Min Yoongi]
  • SALVATOR
  • Because i'm alone
  • Rewrite The Stars ✔
  • Because, Tarendra Say So
  • death | abjad kematian
  • STARESTERIA
  • Pijar Nirmala
  • Beneath The Healing Scars
  • perché : [3] time traveller✔️

Dunia mafia adalah siklus yang tak pernah berakhir. Selalu ada musuh baru, pengkhianatan baru dan darah baru. Tetapi, di tengah kekacauan itu, ada sebuah rahasia yang tak pernah diucapkan. Min Yoongi berdiri dari kursinya, merapikan jas hitamnya, lalu mengulurkan tangannya padaku. "Siap untuk kekacauan hari ini, sayang?" tanyanya dengan kilat mata yang kini tak lagi sedingin dulu. Aku pun meraih tangannya, merasakan tangan besar dan hangat yang familiar. "Selama aku masih berada di sisimu, Yoongi-ah. Aku tidak takut pada kekacauan mana pun," jawabku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines