SUAMI MANDUL - MERTUA JANTAN
"Dunia takut padaku, Maya. Mereka gemetar hanya dengan mendengar namaku. Tapi kau... kau adalah satu-satunya hal yang membuat jantung tua ini berdetak kencang. Dan jika memilikimu berarti harus menumpahkan darah, maka aku akan hancurkan seluruh dunia ini demi kau."
Selamat datang di Istana Darah, sebuah rumah megah yang dibangun di atas tumpukan uang kotor dan mayat-mayat musuh. Di sini, hukum hanyalah mainan, dan kekuatan adalah satu-satunya Tuhan.
Maya, wanita cantik dengan mata sejernih kristal dan hati yang sedingin es, terjebak dalam pernikahan yang membosankan. Dia menikah dengan Leo, pewaris keluarga yang tampan di mata dunia, namun nyatanya dingin, egois, dan... sangat tidak berguna. Bertahun-tahun dia hidup dalam hinaan dan tekanan, sampai sebuah fakta pahit menghancurkan egonya: Suaminya mandul. Dia tidak akan pernah bisa membuatnya merasa menjadi wanita sejati.
Namun, di balik bayang-bayang kesunyian itu, ada sepasang mata lain yang tak pernah berkedip memandangnya. Mata yang tajam, dingin, dan memancarkan aura pembunuh sejati.
ARTHUR.
Ayah mertuanya sendiri.
Lelaki tua yang dihormati dan ditakuti seluruh kota. Di balik jas mahal dan senyum ramahnya, tersimpan identitas aslinya: BOS MAFIA PALING KEJAM DAN BERKUASA.
Berbeda dengan anaknya yang lemah, Arthur adalah definisi nyata dari kejantanan dan dominasi. Dia memegang kendali atas hidup dan mati semua orang. Dan sejak pertama kali melihat Maya, dia tahu... wanita itu adalah miliknya. Bukan sebagai menantu, tapi sebagai obsesi terbesar, cinta terlarang, dan milik mutlak yang ingin dia klaim sepenuhnya.
Awalnya, Maya hanya merasa jijik dan benci. Dia memandang Arthur sebagai lelaki tua mesum yang tidak tahu malu. Tapi saat dia menyadari ketidakberdayaan suaminya, api dendam membara di dadanya.
"Kalau kau tidak bisa menghargai aset berharga ini, Leo... maka biarkan ayahmu yang melakukannya."